Cemari Lingkungan, Warga Mekarsari Sukabumi Segera Laporkan CV Lestari Unggas Jaya

Sejumlah pekerja CV. Lestari Unggas Jaya, saat membersihkan lokasi kandang ayam.

Sejumlah pekerja CV. Lestari Unggas Jaya, saat membersihkan lokasi kandang ayam.

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Aktivitas CV. Lestari Unggas Jaya di Kedusunan Mekarsari dan Kedusanan Cijolang, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, yang diduga sudah melakukan pencemaran lingkungan, akan dilaporkan oleh warga terdampak pada pemerintah setempat.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), ratusan warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi perusahaan, akan mengadukan aktivitas perusahaan tersebut terkait pengolahan limbah peternakan penghasil telur tersebut.

Soalnya, mengakibatkan bau menyengat sampai pada serangan lalat ke pemukiman penduduk. Kepala Dusun (Kadus) Mekarsari, Dian Daris mengatakan, saat ini sudah ada 140 warga yang melakukan tanda tangan disertai materai karena merasa keberatan dengan keberadaan perusahaan tersebut.

“Rencananya pada Senin (hari ini. red), surat pernyataan ini akan kami sampaikan kepada pemerintah desa dan muspika Kecamatan Cikembar. Hal ini kami lakukan, untuk menjaga dari sikap anarkis warga. Sebab, jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, besar kemungkinan warga akan melalukan aksi demonstrasi kepada perusahaan itu,” jelas Dian Minggu (15/4/2018).

Dalam isi surat pernyataan tersebut, warga mendesak pemerintah desa dan Muspika Kecamatan Cikembar untuk segera melakukan peninjuan ke lokasi dan segera menutup kegiatan perusahaan tersebut.

Lantaran, aktivitasnya mencemarkan kebersihan lingkungan dan kesehatan warga sekitar. Terlebih lagi, warga menduga izin operasional yang dimiliki oleh pihak perusahaan untuk melakukan aktivitasnya sudah kadaluarsa. Lantaran, sudah lebih dari lima tahun CV. Lestari Unggas Jaya belum melakukan perpanjangan izin.

“Saya tahu perizinan CV. Lestari Unggas Jaya itu sudah kadaluarsa, makanya kami minta kepada pemerintah segera menghentikan aktivitas perusahaan peternakan ayam tersebut karena diduga belum memperpanjang SIUP. Selain itu, warga juga merasa dibohongi oleh pihak perusahaan. Karena, sebelumnya perusahaan ini hanya bergerarak dalam bidang ternak ayam potong. Namun pada tujuh tahun silam, tiba-tiba langsung beralih ke perusahaan ternak ayam telur, tanpa memberitahukan terlebih dahulu dengan warga terdampak,” tegasnya.

Pasca peralihan dalam aktivitasnya, pencemaran lingkungan semakin dirasakan warga dimulai dari bau yang menyengat sampai pada serangan lalat hingga sampai ke pemukiman penduduk.

“Perusahaan ini saat bergerak dibidang ternak ayam potong, bau dan lalatnya tidak menyengat. Tetapi sekarang, setelah pindah ke perusahaan ayam telur, bau dan lalatnya sampai bertebaran ke pemukiman warga,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Parakanlima Beben Subeni menjelaskan, pihaknya sudah mengetahui adanya protes warga terkait pengelolaan limbah ternak ayam broiler yang telah mencemari lingkungan di dua kedusunan tersebut. Untuk itu, ia menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang tak beranggungjawab.

“Saya sudah mendapatkan laporan dari petugas desa, bahwa warga akan melakukan aksi unjuk rasa kepada perusahaan ternak ayam itu. Namun, laporan warga tersebut baru pengaduan sebatas lisan saja. Untuk itu, saya sarankan agar mereka mengadukan persoalan ini, disertai dengan bukti tertulis dan ditanda tangani oleh warga terdampak,” pintanya.

Ketika ditanyai mengenai izin operasional CV. Lestari Unggas Jaya, Beben mengaku sejak Januari 2014 menjabat sebagai kepala desa hingga saat ini, dirinya belum melihat perusahaan tersebut datang ke kantor desa untuk melakukan perpanjangan izin operasional.

“Kalau untuk masalah perizinan memang saya tidak mengetahui secara pasti. Namun, untuk pemcemaran limbah, memang pada tahun sebelumnya warga dari dua kedusunan tersebut, sempat melakukan unjuk rasa ke lokasi perusahaan. Karena saat hujan deras, kotoran dari kandang ayam itu, menerjang pemukiman penduduk hingga tidak sedikit banyak aset milik warga yang mengalami kerusakan,” tandasnya.

Sementara itu, ketika wartawan koran ini hendak melakukan konfi rmasi terkait protes warga terhadap perusahaan CV. Lestari Unggas Jaya yang diduga mencemari lingkungan akibat pengolahan limbahnya, pihak perusahaan pelit memberikan komentar apapun.

“Maaf pak, saya tidak bisa memberikan keterangan apapun kepada media. Sebab, saya hanya bertugas sebagai security disini. Nanti, akan saya sampaikan kepada pemilik perusahaan ini, apabila sudah pulang. Namun, untuk persoalan warga yang memprotes hingga rencannaya akan mendemo perusahaan, saya tidak mengetahui dan tidak akan ikut campur,” singkat Oden (50) yang merupakan Security di CV. Lestari Unggas Jaya.

(radar sukabumi/cr13)


loading...

Feeds