Gawat! Kota Sukabumi Krisis Lahan Pemakaman

Sejumlah warga saat berziarah di pemakaman.

Sejumlah warga saat berziarah di pemakaman.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Kepala UPT Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Ujang Rustiandi mengungkapkan Kota Sukabumi nyaris tidak punya lahan untuk pemakaman.

Pasalnya dari luas sekitar 49 hektar yang tersebar di setiap daerah, lahan kosong untuk pemakaman nyaris tidak ada, sehingga perlu dilakukan perluasan.

Adapun rincian lahan pemakaman di Kota Sukabumi yakni di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Bahagia, TPU Binong, TPU Rahmat yang terletak di Citamiang, TPU Kerkop di Gedongpanjang, TPU Cikundul, TPU khusnul khotimah di Ciandam TPU Astana di Baros, Dua TPU di Kelurahan Subangjaya, dan TPU Tegalparit.

“Diperkiraan pemakaman di kita hampir hampir 90 persen sudah terisi, terutama di TPU Taman Bahagia dan terus semakin berkurang lahan yang masih kosong,” ujar Ujang kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar) di Kantornya Jalan Pemuda, Selasa (10/4/2018).

Untuk mengatasi krisis lahan tersebut, Kata Ujang, pemerintah Kota Sukabumi akan membeli lahan di Kabupaten Sukabumi. Namun hal itu dinilai kurang optimal, sebab lahan TPU tersebut tidak hanya manfaat oleh masyarakat Kota Sukabumi saja, melainkan akan dimanfaatkan pula oleh warga di luar Kota Sukabumi.

Sementara itu, selain terkendala lahan, pihaknya pun mengalami kendala dari segi pembayaran pajak. Keluarga pemilik makan kerap tidak mengindahkan Perda yang mengatur pemakaman.

Dimana kewajibkan keluarga pemilik makam harus membayar Rp. 100 ribu setiap tiga tahun sekali, namun mayoritas pemilik makam banyak yang tidak membayar.

“Lebih dari setengah dari total makam yang ada, pihak keluarga belum membayar. Kalau total makam sekarang ini sedang kita data kembali karena sebelumnya pendataan dilakukan secara manual. Yang jelas lebih dari setengah belum membayar,” terangnya.

Meski demikian, di Kota Sukabumi masih diberi keringanan bagi keluarga yang tidak membayar pajak, tidak seperti di daerah lain, jika sudah tidak membayar maka makam di bongkar paksa.

“Kedepan kita akan lakukan pendataan secara online, sehingga adminstrasi pemakaman bisa berjalan dengan baik. Karena sebelumnya semua data dilakukan secara manual,” pungkasnya.

(radar cianjur/Cr17).

Loading...

loading...

Feeds