Warga Kertaraharja Sukabumi Tagih Janji CV Bagus

DANGKAL: Eman (48) warga Padasuka, RT 3/6, Kedusunan Padasuka, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, saat menunjuk lokasi sungai yang belum juga dibangun tanggul oleh CV Bagus.

DANGKAL: Eman (48) warga Padasuka, RT 3/6, Kedusunan Padasuka, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, saat menunjuk lokasi sungai yang belum juga dibangun tanggul oleh CV Bagus.

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Warga Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi naik pitam dengan sikap CV. Bagus, di Kampung Cibodas, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar.

Kemarahan warga ini setelah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan batu hijau ini, ingkar terhadap perjanjian yang telah disepakati.

Informasi yang dihimpun, Muspika Kecamatan Cikembar pada Januari 2018 lalu, telah memediasi antara puluhan warga Desa Kertaraharja dengan pihak perusahaan CV Bagus soal penampungan limbah perusahaan batu hijau yang kerap bocor sehingga mencemari aliran sungai Cibodas.

Pada kesempatan tersebut, disepakati oleh kedua belah pihak bahwa pihak perusahaan siap untuk memperbaiki dan membangun tanggul pada awal Maret 2018, supaya limbah pemotongan batu hijau tidak mencemari lingkungan.

“Namun faktanya, perjanjian ini tidak dilaksanakan oleh CV Bagus. Buktinya saja, sudah hampir memasuki pertengahan bulan, tanggul untuk menahan penampungan limbah batu hijau ini belum juga dibangun. Padahal pada perjanjian itu sudah disepakati oleh kedua belah pihak dengan disaksikan Muspika Kecamatan Cikembar,” jelas Eman (48) warga Padasuka, RT 3/6, Kedusunan Padasuka, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Selasa (13/3/2018).

Menurut Eman, akibat penampungan limbah perusahaan yang sering bocor itu, selain berdampak terhadap pencemaran sungai Cibodas, juga telah menyebabkan para petani terancam gagal panen. Lantaran, sungai tersebut mengalami pendangkalan akibat limbah perusahaan batu hijau.

“Saat ini, saya belum melihat ada sejumlah material bangunan yang disimpan oleh pihak perusahaan untuk pembangunan tanggul. Saya hanya melihat ada aktivitas alat berat yang tengah melakukan pengerukan tanah di lokasi sekitaran penampungan limbah. Sudah ada dua pekan terkhir alat berat itu berada di sana. Tidak tahu mau membuat apa perusahaan itu. Yang pasti, saat ini pihak perusahaan belum juga melakukan pembangunan benteng di pinggir kali untuk menahan limbah supaya tidak bocor,” paparnya.

Dirinya mengaku, saat ini warga belum pernah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa maupun kecamatan. Hanya saja, dirinya sempat bertemu dengan Camat Cikembar dan mempertanyakan perihal hasil perjanjian antara persoalan warga dengan pihak perusahaan.

“Saat saya tanyakan hal ini, Pak Camat berencana akan memberikan surat peringatan terhadap pihak perusahaan jika CV Bagus terbukti melakukan pelanggaran yang sudah disepakati bersama. Apalagi dalam surat perjanjian tersebut telah ditandatangi di atas matrai. Jadi initinya, Pak Camat akan melayangkan surat peringatan terhadap pihak perusahaan sampai perusahaan itu melakukan pembangunan tanggul. Namun, jika sampai tiga kali surat dilayangkan dan pihak perusahaan belum juga melakukan pembangunan tanggul. Maka, pemerintah kecamatan akan segera melakukan pentupan secara paksa,” tandasnya.

Penjabat Sementara Kepala Desa Kertaraharja, Yunyun Zieni Arief mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordianasi dengan Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Desa Kertaraharja untuk melakukan peninjuan ke lokasi penampungan limbah dan mendesak pihak perusahaan agar segera merealisasikan pembangunan tanggul sesuai dengan hasil kesepakatan bersama.

“Namun, sampai saat ini Babinkamtibmas belum juga melaporkan hasil dari peninjauannya itu. Saya belum bisa memutuskan apapun dalam persoalan ini. Untuk itu, saya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu bersama Muspika Cikembar, khususnya Satpol PP untuk menyikapi masalah ini,” katanya.

Sementara itu, Owner CV Bagus, Bagus Herwanto menjelaskan, pihaknya berjanji akan melakukan pembangunan tanggul di bantaran sungai Cibodas untuk menahan penampungan limbah batu hijau agar tidak bocor dan mencemari sungai.

“Saya kan sudah bilang dan menyatakan akan bertanggung jawab untuk memenuhi semua tuntutan warga, termasuk dalam pembangunan tanggul itu. Hanya saja, persoalannya saya belum bisa memulai pembangunan tanggul, karena air sungai Cibodas masih deras. Nanti, jika air sungainya sudah surut pasti akan segara kami bangun. Makanya, untuk mengantisipasi kebocoran limbah, kami tunrunkan dulu Ekskavator untuk melakukan pengerukan tanah. Jadi tanah itu, kami jadikan tanggul terlebih dahulu, sebelum dibangun tanggul yang sebenarnya. Yang penting buat warga kan asal limbahnya gak bocor,” pungaksnya.

(radar sukabumi/cr13/t)


loading...

Feeds

Syahrini

3 Alasan Syahrini Belum Juga Menikah

Penyanyi sensasional Syahrini membeberkan alasan kenapa dirinya belum menikah hingga saat ini. Dia mengaku punya tiga alasan belum menikah meski …