Marak Isu Teror Orang Glia, Ini Kata Kapolres Sukabumi Kota

Ilustrasi

Ilustrasi

Quick Count Pilpres 2019

POJOKJABAR.com, SUKAUBUMI – Ratusan rois dan roisah di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, memadati gedung Pusat Kajian Islam (Puski) Kota Sukabumi. Hal tersebut dilakukan guna menjaga kondusivitas keamanan lingkungan masjid dan pondok pesantren (Ponpes).

Terlebih, beberapa waktu terakhir ini menjamur isu penyerangan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) kepada ponpes Tidak hanya itu, masyarakat juga diriuhkan dengan berita bohong yang kerap tersebar di media sosial (Medsos).

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, ratusan perwakilan santri dari sejumlah ponpes di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota mengikuti kegiatan tersebut.

“Medsos di masa kini sudah dimiliki siapapun salah satunya santri. Sebab itu, santri dapat cerdas dalam menyikapi atau menggunakan medsos,”ujar Susatyo kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Kamis (22/2/2018).

Pihaknya mengedepankan para santri untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sebab, santri zaman now lebih melek teknologi informasi. Oleh karena itu, mereka perlu bijak dalam menggunakan medsos.

“Sehingga tidak beredar informasi hoax yang bisa menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat lagi,” terangnya.

Ketika para santri tidak bisa bijak dalam menggunakan medsos, lanjut Susatyo akan berbahaya. Karena, tidak dipungkiri hal itu bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan di lingkungan pesantren. Selain itu, santri harus mengaktifkan kembali Poskamling agar tidak kejadian main hakim sendiri.

“Kami juga meminta kepada ponpes untuk mengaktifkan poskamling, agar bisa menangani hal-hal yang terjadi di sekitar pondok,” ajaknya.

Misalnya, mengamankan tersangka dalam sebuah kejadian.

“Ya begitu, bukan malah menghakimi,” sambungnya.

Aparat kepolisian bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Kota Sukabumi berencana membentuk forum rois dan roisah. Agendanya melaksanakan diskusi setiap bulan, untuk membahas masalah aktual.

“Antusias rois dan roisah bagus, sehingga ini menjadi modal kami untuk membangun Kota Sukabumi sebagai kota santri dan aman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr16/d)

loading...

Feeds