Pendaftar Haji di Kabupaten Sukabumi Menurun, Ini Penyebabnya

Ilustrasi Haji.

Ilustrasi Haji.

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Tahun ini, pendaftar calon jamaah haji di Kabupaten Sukabumi menurun sekitar 50 persen.

Penurunan ini diduga kuat akibat persoalan ekonomi masyarakat yang semakin melemah. Penurunan ini terlihat dari data yang diterima dari Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi.

Bila tahun sebelumnya, setiap bulan pendaftar calon jamaah haji rata-rata tidak kurang dari 400 orang.

Sementara pada awal tahun ini, pendaftar haji menurun dengan jumlah rata-rata 200 orang.

“Faktor utamanya kemungkinan besar adalah ekonomi. Sehingga penurunannya cukup signifi kan,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umroh Kementrian Agama Kabupaten Sukabumi, Ramlan Rustandi, belum lama ini.

Selain faktor ekonomi, faktor lainnya juga adalah regulasi yang hari ini berlakukan pemerintah. Seperti halnya ada batasan usia bagi para calon jamaah haji.

Tujuannya yakni supaya calon jamaah tidak membeludak dan mengurangi resiko dalam pelaksanaan ibadah haji.

“Pendaftaran juga saat ini dibatasi, usia minimalnya 12 tahun. Kan kalau tahun sebelumnya tidak ada pembatasan,” imbuh mantan Ketua KUA Kecamatan Cicurug ini.

Disinggung soal kuota jamaah haji pada 2018 ini, Ramlan mengaku belum bisa memastikannya. Pasalnya, yang berwenang menentukan kuota adalah lembaga di atas tingakatannya, yakni Pemerintah Pusat melalui Provinsi Jawa Barat.

“Kuota haji pada tahun ini belum tahu pasti. Namun, kami memprediksikan tidak akan jauh beda jumlah dengan tahun sebelumnya, yakni 1.625 kuota,” paparnya.
Saat ini, sambung Ramlan, pihaknya tengah melakukan verifikasi paspor para calon jamaah haji yang akan berangkat tahun ini.

“Yang sudah terverifkasi baru sekitar 1.000 orang. Sementara yang sudah memiliki paspor sekitar 600 orang,” paparnya.

Pihaknya mengaku, kondisi kesahatan masih menjadi kendala utama bagi jamaah yang hendak berangkat haji. Sehingga ia menilai, para jamaah saat ini masih minim dalam hal pola kesehatannya.

“Jika berkaca pada tahun sebelumnya, banyak para jamaah yang batal berangkat karena terkendala masalah kesehatan. Untuk itu, saat ini proses administrasi kesehatan sangat ketat,” bebernya.

Sesuai dengan Permenkes tahun 2016, ada lima poin penyakit yang dapat menyebabkan batalnya calon jamaah batal berangkat, yakni penyakit hipertensi stadium 4, gagal ginjal stadium 4, jantung koroner, penyakit menular dan wanita yang tengah mengandung.

“Untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan, pada 2018 ini ada perubahan lagi terkait pengalihan kebijakannya. Dulu ditentukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), sekarang oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi tentang istitoah kesehatan. Jadi jamaah boleh atau tidaknya berangkat ibadah haji, harus mendapatkan surat keterangan kesehatan dari Dinkes,” jelasnya.

(radar sukabumi/cr13/d)


loading...

Feeds

Syahrini

3 Alasan Syahrini Belum Juga Menikah

Penyanyi sensasional Syahrini membeberkan alasan kenapa dirinya belum menikah hingga saat ini. Dia mengaku punya tiga alasan belum menikah meski …