Dinkes Kota Sukabumi Klaim 20.045 Pelajar Sudah Divaksin Difteri

KETAKUTAN: Pelajar SDN Suryakencana, Kota Sukabumi saat divaksin, (5/2).

KETAKUTAN: Pelajar SDN Suryakencana, Kota Sukabumi saat divaksin, (5/2).


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mengklaim, tingkat kesadaran masyarakat akan vaksinisasi cukup tinggi.

Di hari pertama dilakukannya outbreak response imunization (ORI), tercatat puluhan sekolah di Kota Sukabumi ikuti program imunisasi. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi dr Lulis Delawati mengatakan, kesadaran masyarakat saat ini sudah cukup bagus.

“ORI difteri di hari pertama juga banyak masyarakat yang telah diimunisasi,” kata dr Lulis, Senin (5/2/2018).

Pelaksanaan ORI difteri dilakukan sesuai surat edaran dari Provinsi Jawa Barat (Jabar). Berdasarkan kajian epidemiologi, Kota Sukabumi masuk kategori imunisasi ORI dari 82 kota dan kabupaten yang ada di Indonesia.

“Kami melakukan imunisasi ORI ini berdasarkan surat edaran dari provinsi, dan pelaksanaanya hari ini (kemarin,red) pertama kali dilakukan kurang lebih ada 40 sekolah atau sebanyak 20.045 pelajar yang mengikuti divaksin difteri ini,”ujarnya.

Menurutnya, difteri merupakan penyakit yang sudah lama dan kembali mewabah di Indonesia. Saat ini difteri menjadi status kejadian luar biasa (KLB), karena penyakit mematikan yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diptheriae ini telah mengakibatkan banyak jiwa meninggal dunia.

“Di Kota Sukabumi memang untuk difteri ini menjadi KLB dan pada 2017 tercatat tiga kasus difteri, sedangkan pada 2018 tercatat empat kasus difteri,”bebernya.

Pihaknya memastikan keberadaan stok vaksin imunisasi difteri aman. Lulis berharap, melalui program imunisasi tersebut upaya yang dilakukan lembaganya
bisa menanggulangi kasus KLB difteri, dan dapat memutus rantai penularannya di Kota Sukabumi.

“Kami lakukan imunisasi, tahapannya itu mulai Februari, Juni, dan Desember mendatang. Target imunisasi difteri adalah warga yang berusia antara 1 tahun hingga kurang dari 19 tahun,” pungkasnya.

(radar sukabumi/Cr16/d)

Loading...

loading...

Feeds