Tingginya Angka LGBT di Kota Sukabumi, Ini Kata MUI

LGBT

LGBT

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi merapatkan barisan menyikapi tingginya angka lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Kota Sukabumi.

Mengetahui permasalahan tersebut sangat meresahkan masyarakat di kota ini, sejumlah tokoh agama dan pengurus dikumpulkan dalam rapat kerja MUI Kota Sukabumi di kantornya Jalan Veteran Kota Sukabumi, Jumat (26/1/2018).

“MUI Kota Sukabumi dalam rapat tersebut sepakat bahwa LGBT bertentangan dengan ajaran agama Islam dan konstitusi,”tegas Ketua MUI Kota Sukabumi Prof Deddy Ismatullah saat ditemui Radar Sukabumi.

Dirinya menjelaskan beberapa alasan kenapa MUI Kota Sukabumi menyatakan bahwa LGBT bertentangan dengan ajaran Islam dan konstitusi negara. Adapun alasan tersebut yang pertama bahwa perilaku LGBT tidak sesuai dengan ajaran agama manapun yang ada.

“Dalam Pancasila kesatu yang berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa adalah bentuk bahwa masyarakat Indonesia harus beragama, sedangkan LGBT bertentangan dengan agama manapun,”ujarnya.

Ia juga membeberkan bahwa dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 28 Ayat 1 berbunyi “Bahwa negara menjamin agama”.

Sehingga para pemeluk agama Islam berhak untuk memurnikan agamanya, termasuk dari perilaku LGBT. Berikutnya, LGBT sangat bertentangan dengan budaya Indonesia.

‘’LGBT itu sangat bertentangan dengan budaya Indonesia, di Indonesia budaya mana dari Sabang sampai Merauke yang sesuai dengan perilaku LGBT,”tuturnya.

Ditegaskan kembali Prof Deddy, LGBT juga bertentangan dengan hukum alam. Karena hukum alam yang berhubungan intim itu hanya laki-laki dengan perempuan atau beda jenis kelamin, hukum alam bukan sesama jenis.

“Hubungan intim itu bukan laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan, itu artinya menentang hukum alam, harusnya sesuai hukum alam itu berhubungan dengan beda jenis bukan satu jenis,”terangnya.

Ia berpendapat, LGBT merupakan konsep global Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang ditawarkan kepada dunia, sebab penduduk dunia sudah mencapai 7 miliar.
PBB beranggapan semakin banyaknya penduduk, maka yang akan terjadi nantinya adalah perebutan hasil bumi atau makanan.

Kampanye mereka dilakukan di negaranegara ketiga, karena di negara-negara Eropa sudah biasa. Untuk itu, MUI Kota Sukabumi menyatakan bahwa LGBT hukumnya ialah haram.

“Kita sepakat bahwa LGBT hukumnya haram, meski banyak juga LGBT di Kota Sukabumi tetap kita nyatakan haram agar LGBT tidak semakin menyebar,”ungkapnya.

Menuirutnya, kasus LGBT ini merupakan tanggung jawab bersama, karena itu semua orang harus sadar dan paham dengan aturan yang ada, bahwa LGBT bertentangan dengan Al-Qur’an dan konstitusi.

“LGBT bertentangan dengan Al-Qur’an dan kontitusi, kita MUI Kota Sukabumi secepatnya akan mengeluarkan fatwa haram tersebut dan kita akan bahas lebih lanjut,” ulasnya

(radar sukabumi/Cr17)

Loading...

loading...

Feeds