Pergerakan Tanah Sergap Dua Kecamatan di Kabupaten Sukabumi, 40 Rumah Terancam Longsor

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Sudah dua hari ini, hujan terus mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi. Akibatnya, ruas jalan menuju Kecamatan Nyalindung retak dan mengancam pengendara jalan. Bahkan di Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi sedikitnya 40 rumah terancam tergerus longsor.

Didua kecamatan ini, insiden pergerakan tanah hampir bersamaan, yakni sekira pukul 12.00 WIB ini, Minggu (28/1/2018).

Warga pun terus dihimbau supaya berhati-hati dan waspada bila hujan kembali mengguyur. Seorang relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Nyalindung, A. Ahmad (31) mengatakan, saat ini badan jalan yang berada di atas tebing setinggi 10 meter ini kondisi tanahnya labil dan masih terus bergerak.

Untuk itu, Muspika Kecamatan Nyalindung langsung terjun ke lapangan untuk mengamankan lokasi kejadian. Seperti mengatur lalu lintas kendaraan.

“Muspika saat ini, tengah berada di lokasi pergerakan tanah. Karena dikhawatirkan kendaraan roda dua maupun roda empat saat melintas jalan masuk jurang,” jelas A. Ahmad kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar).

Menurutnya, wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi peristiwa pergerakan tanah. Terlebih lagi kontruksi tanah di daerah tersebut, sangat labil.

“Pada 2015 lalu, peristiwa pergerakan tanah ini sempat terjadi. Bahkan, saat itu telah mengancam dua rumah milik warga Kampung Selagombong. Karena, lokasi rumahnya berada dibawah tebing. Karena, hujannya deras. Maka bencana ini, terjadi hingga mengancam badan jalan,” paparnya.

Pihaknya, menghimbau kepada warga dan pengguna lalu lintas agar waspada dan berhati-hati saat melintas jalan tersebut.

“Semuanya harus waspada, apalagi masih ada potensi hujan lebat, sehingga ancaman pergerakan tanah masih bisa terjadi. Saat ini, Muspika tengah melakukan akses buka tutup jalan. Karena, hampir setengah bahu jalan sudah ambles, akibat pergerakan tanah tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kades Bantarkalong ,Syahrial Hasan menuturkan pergeseran tanah mengakibatkan sejumlah bangunan rusak dengan kategori sedang dan berat. Bahkan mengantisipasi bahaya, ada warga yang sengaja merobohkan sebagian bangunan rumahnya.

“Kalau dibiarkan, takut saat malam terjadi pergeseran tanah dan terjadi yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Untuk sementara waktu, sebanyak tujuh kepala keluarga diungsikan ke rumah tetangga dan kerabat terdekatnya yang masih aman.

“Untuk korban jiwa tidak ada dan sudah diperintahkan untuk mengungsi ke tempat aman, takutnya terjadi pergeseran tanah lebih parah,” pungkasnya.

(radar sukabumi/cr13)

Loading...

loading...

Feeds