Kasus DBD di Kota Sukabumi Turun 200 Persen

Petugas sedang melakukan fogging di RW 1 Kelurahan Sriwedari Kota Sukabumi, beberapa waktu lalu. FOTO:DIANA/RADARSUKABUMI

Petugas sedang melakukan fogging di RW 1 Kelurahan Sriwedari Kota Sukabumi, beberapa waktu lalu. FOTO:DIANA/RADARSUKABUMI


Sedangkan Kecamatan Cibereum Hilir 67 kasus, Kecamatan Baros 45 kasus dan Kecamatan Lembursitu 238 kasus. Untuk tahun ini sampai dengan hingga Oktrober jumlah kasus menurun yakni sebanyak 259 kasus.

Terdiri dari Kecamatan Cikole 59 kasus; Gunung Puyuh 46 kasus; Warudoyong 29 kasus; Kecamatan Citamiang 32 kasus; Kecamatan Cibereum Hilir 32 kasus; Kecamatan Baros 30 kasus, dan Kecamatan Lembursitu 31 kasus.

“Dengan menurunnya kasus DBD ini membuktikan bahwa masyarakat Kota Sukabumi sudah mempunyai kesadaran tinggi tentang bahaya penyakit DBD. Dan ini akan terus dikembangkan,” ungkap dia.

Lulis menegaskan upaya pencegahan dan pemberantasan memang sudah menjadi komitmen dinas kesehatan. Beberapa langkah pencegahan tersebut diantaranya dengan menggerakkan masyarakat, paling tidak membersihkan pekarangan mereka.

Selain itu menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta rutin gotong-royong merawat lingkungan. Selanjutnya Lulis juga mengimbau masyarakat agar selalu melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan cara menjaga dan memelihara kebersihan serta kesehatan lingkungan di sekitar rumah tinggal.

Hal sederhana bisa dilakukan dengan cara pemberantasan sarang nyamuk atau 3M Plus yakni menutup, menguras, dan mengubur barang bekas.

(radar sukabumi/cr11/d)

Loading...

loading...

Feeds