Batik Lokatmala Sukabumi Hasil Konsultasi Jawara

BANGGA: Pemilik batik Lokatmala Sukabumi, Fonna Melania tunjukkan salah satu motif batik Leuit Si Jimat yang telah diciptakannya. Saat ditemui digerainya di jalan Kenari 20-Z Kota Sukabumi, senin (2/10/17). NA/RADARSUKABUMI

BANGGA: Pemilik batik Lokatmala Sukabumi, Fonna Melania tunjukkan salah satu motif batik Leuit Si Jimat yang telah diciptakannya. Saat ditemui digerainya di jalan Kenari 20-Z Kota Sukabumi, senin (2/10/17). NA/RADARSUKABUMI


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Berawal konsultasi dengan jawara di Kasepuhan Adat Banten Kidul Sinar Resmi. Pengrajin Batik Lokatmala Sukabumi, membatik dengan menggunakan lilin malam cair panas sebagai perintang warna berlelang dikancah internasional.

Pemilik batik Lokatmala Sukabumi, Fonna Melania mengaku, saat itu tertarik dengan ikat kepala yang dipakai oleh kesepuhan Sinar Resmi, Abah Asep Nugraha. Dari situ, Fonna belajar makna dari iket kepala. Menurutnya ada banyak nilai filosofi namun sayangnya yang mereka pakai adalah motif daerah lain.

Dari sanalah Fonna terispirasi untuk menciptakan batik dengan motif lokal sendiri.

“Saya belajar ke Desa Bakaran, Patih Jawa Tengah. Sehingga dengan itu Batik Loktmala Sukabumi bisa terbentuk, dengan khas sendiri pada 2010,” akunya kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Senin (02/10/2017).

Istri dari Andri Furbawiana itu juga menyebut ada sekitar 10 motif batik yang telah diciptakanya. Mulai dari Leuit Si Jimat, Rereng Tjiwangi, Masagi, Leungli Gunung Parang, Tukuh, Elang Jawa Situgunung, Garuda Ngupuk, Candramawat, Wajit,  Palawan, Puyuh Naga, Rucita, Kujang, Merak Menanti, Jangilus, Lambak Palabuanratu, Wijaya Kusumah, Kendi Gilang Kancana, Manuk Julang dan Makara. Siapa sangka dari satu motif batik mempunyai makna dan kisah tersendiri. Namun dari sekian banyak motif yang ada.

Yang plaling pertama dibuat adalah batik motif Masagi. Masagi disini diartikan sebagai orang yang disepuhkan secara kelimuan dan lainnya.Menurut Fofon, Rereng Ciwangi sangat disukai oleh konsumen. Motif tersebut menceritakan Desa Ciwangi di Cikundul tempo dulu.

Sebelum desanya bernama Ciwangi ada wanita bernama Nyimas Ciwangi yang mengisi harinya dengan menenun. Dengan menggunakan serat alam dan didukung alam yang subur. Gemah ripah loh jinawi, cai curcor yang berbatasan dengan gunung arca. Semua hidup dalam kesejahteraan.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds