Dinkes Akui Pengawasan Obat Keras di Kabupaten Sukabumi Minim

Ilustrasi Obat Obatan.

Ilustrasi Obat Obatan.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi mengakui lemahnya pengawasan terhadap peredaran obat keras secara bebas di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Meski demikian, Dinkes memastikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap apotek yang tidak memiliki apoteker dan atau terindikasi menjual obat-obat keras secara bebas.

”Langkah ini sudah mulai kami lakukan yang diawali pertemuan manajemen pengelolaan obat di apotek dan pembekalan apoteker AOC (Agent of Change) Gema Cermat Tahun 2017, beberapa waktu yang lalu di aula INNA Samudera Beach Hotel,” kata Kadinkes Kabupaten Sukabumi H Didi Supardi kepada Metropolitan usai Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi di Gedung Negara Pendopo Sukabumi.

Menurut Didi, pihaknya akan terus melakukan penanganan dengan melakukan pengawasan terhadap apotek yang tidak memiliki apoteker dan atau terindikasi menjual obat-obat keras secara bebas.

”Dinkes jelas akan menindaklanjuti bila mendapatkan laporan dari masyarakat bila ada apotek yang diduga menjual obat keras secara bebas,” tegas Didi.

Didi menambhakan, pihaknya juga akan terus menggencarkan sosialisasi, edukasi dan pendampingan ke setiap sekolah di Kabupaten Sukabumi agar siswa mendapat informasi bahayanya mengonsumsi obat-obatan tersebut tanpa memakai resep dokter.

”Namun tentu saja hal itu perlu mendapat dukungan dari masyarakat luas dan para apoteker yang ada di Kabupaten Sukabumi,” pintanya.

(metropolitan/ade/ade/hep/ram/run)

Loading...

loading...

Feeds