Pengawasan Terhadap Obat Keras di Kabupaten Sukabumi Sangat Minim

PERTEMUAN: Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat kegiatan pertemuan Manajemen Pengelolaan Obat di Apotek dan Pembekalan Apoteker AOC Gema Cermat 2017 di aula INNA Samudera Beach Hotel, senin (4/9/17).

PERTEMUAN: Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat kegiatan pertemuan Manajemen Pengelolaan Obat di Apotek dan Pembekalan Apoteker AOC Gema Cermat 2017 di aula INNA Samudera Beach Hotel, senin (4/9/17).


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Pengawasan terhadap peredaran obat keras secara bebas di wilayah Kabupaten Sukabumi diduga sangat minim. Akibatnya, tak jarang para siswa dengan mudahnya mengonsumsi obat-obatan tersebut tanpa resep dokter.

Kurangnya pengawasan tersebut terbukti dengan adanya kegiatan pertemuan Manajemen Pengelolaan Obat di Apotek dan Pembekalan Apoteker AOC (Agent of Change, red) Gema Cermat 2017 di aula INNA Samudera Beach Hotel, kemarin.Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengakui lemahnya pengawasan dan penanganan penyalahgunaan obat keras di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Namun, bupati memastikan bahwa pemerintah akan terus melakukan penanganan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan pengawasan terhadap apotek yang tidak memiliki apoteker dan atau terindikasi menjual obat-obat keras secara bebas.

”Pemkab Sukabumi jelas akan menindaklanjuti bila mendapatkan laporan dari masyarakat bila ada apotek yang diduga menjual obat keras secara bebas,” kata Marwan kepada Metropolitan (Pojoksatu.id Group), Senin (04/09/2017).

Menurut Marwan, hal itu sangat perlu dilakukan karena pembangunan kesehatan pada dasarnya bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif secara sosial dan ekonomis.

”Untuk itu pengembangan SDM kesehatan, khususnya apoteker, mempunyai peranan yang penting dalam mewujudkan layanan kesehatan yang bermutu,” terang Marwan.

Loading...

loading...

Feeds