Dari Januari Hingga Maret, Sebanyak 12 Pengedar Narkoba di Sukabumi Dibekuk

FOTO: DIANA/RADAR SUKABUMI
DIAMANKAN: Pelaku dan barang bukti yang diamankan petugas Polresta Sukabumi, pada rilis yang digelar di Halaman Polresta Sukabumi Jalan Perintis Kemerdekaan No 10 Sukabumi, Rabu (8/3/2017).

FOTO: DIANA/RADAR SUKABUMI DIAMANKAN: Pelaku dan barang bukti yang diamankan petugas Polresta Sukabumi, pada rilis yang digelar di Halaman Polresta Sukabumi Jalan Perintis Kemerdekaan No 10 Sukabumi, Rabu (8/3/2017).


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Peredaran narkoba di wilayah Kota Sukabumi cukup tinggi. Selama Januari hingga Maret 2017 saja, Polresta Sukabumi sudah berhasil meringkus 12 pelaku yang diduga melakukan penyalahgunaan narkotika jenis ganja kering, kristal putih, dan obat-obatan berbahaya lainnya.

Dalam rilis Polresta Sukabumi terkait tindak pidana penyalahgunaan narkotika serta obat-obatan terlarang, di Halaman Polresta Sukabumi Jalan Perintis Kemerdekaan No 10 Sukabumi, Rabu (8/3/2017), para pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut diringkus dari berbagai tempat dan wilayah hukum Polresta Sukabumi.

Ke-12 orang tersebut di antaranya, MI alias Aden, IN, SM alias Abi, RA alias Apok, WK alias Iwan, MO, YS alias Kokon, SR alias Jedow, RN alias Rey, MK alias Ujang, DF alias Aleng, dan NK.

Adapun barang bukti yang disita berupa, ganja 161,75 gram, kristal putih 6,07 gram, putau 9,55 gram, tramadol 31.850 butir, hexymer 20.000 butir, alprazolam 163 butir, dumolit 110 butir, riklona 330 butir, bamgetol 80 butir dan cycotec 60 butir.

Pelaku terancam pasal 112, 111, 114 tentang narkoba, dan pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 pidana penjara paling lama 15 tahun, dan denda Rp1.500.000.000.

“Modus yang dilakukan oleh tersangka yaitu mengedarkan barang haram tersebut dengan cara menual berupa daun ganja, baik dalam kemasan lintingan ataupun masih dalam bentuk bahan. Begitu juga dengan jenis putau disita sudah berbentuk paket kecil yang siap diedarkan,” tutur Kapolresta Sukabumi, AKBP Rustam Mansur kepada Radar Sukabumi, Rabu (8/3/2017).

Masih kata Rustam, cara tersangka melakukan transaksi yaitu melalui sistem online dan transfer.

“Para pelaku atau tersangka pengedar menaruh barang haramnya di suatu tempat, sehingga pembeli bisa mengambilnya di tempat dengan kode lokasi yang telah diberikan,” paparnya.

(cr11/t)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds