Gejolak Harga Cabai di Sukabumi Tak Pengaruhi Inflasi

ILUSTRASI: Seorang petani cabai di Kabupaten Sukabumi sedang mengepak hasil panen cabai merahnya.
FOTO: WIDI/RADARSUKABUMI

ILUSTRASI: Seorang petani cabai di Kabupaten Sukabumi sedang mengepak hasil panen cabai merahnya. FOTO: WIDI/RADARSUKABUMI

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Hujan deras disertai angin kencang yang menimpa beberapa daerah, menyebabkan langkanya pasokan cabai merah di pasaran.

Lebih dari itu, melonjaknya harga cabai hingga menembus angka Rp100 ribu per kilogram, ternyata tidak berpengaruh pada kenaikan laju inflasi di Kota Sukabumi.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi pada Januari 2017.

Kota Sukabumi mengalami laju inflasi sebesar 0.81 persen atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 125.09 pada Desember 2016, menjadi 126.10 pada Januari 2017.

Kasi Distribusi BPS Kota Sukabumi, Sri Rahmawati menuturkan, terjadinya inflasi di Kota Sukabumi di awal tahun ini sesuai dengan kenaikan tarif listrik 900 va, biaya perpanjangan STNK dan penyesuaian tarif pulsa.

“Memang awal Januari pemerintah mengeluarkan kebijakan baru, mengenai kenaikan tarif listrik dan juga perpanjangan STNK, sehingga berdampak pada inflasi di Kota Sukabumi. Sementara untuk kenaikan harga cabai itu tidak memengaruhi inflasi karena kenaikannya hanya pada cabai saja, terkecuali jika kenaikannya itu pada semua jenis komoditas sayuran,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, Senin (13/2/2017).

loading...

Feeds