Dua Sub Daerah Aliran Sungai di Sukabumi Kritis

KERING: Kondisi sub DAS Cipeuncit di Kampung Cikurutug Desa Pasawahan Kecamatan Cicurug, yang kering. FOTO:ANDRI/RADARSUKABUMI.

KERING: Kondisi sub DAS Cipeuncit di Kampung Cikurutug Desa Pasawahan Kecamatan Cicurug, yang kering. FOTO:ANDRI/RADARSUKABUMI.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipeuncit dan Sub Das Cisaat yang berada di lahan Konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) perlu penanggulangan serius. Pasalnya, kondisi dua sub DAS tersebut yang mulai kritis.

Jika di musim hujan saat ini, sub DAS  menjadi kering kalau pun turun hujan maka air yang mengalir begitu deras menuju muara di DAS Cicatih.

Ketua Lembaga Alam Lestari Indonesia (La-Li) Aang Erlan Hudaya menuturkan, kondisi yang dialami dua sub DAS tersebut ditengarai beragam faktor di hilir dan hulu.

Di hilir semakin banyaknya pengambilan air dibawah tanah, kemudian peningkatan jumlah populasi penduduk sehingga besar pula kebutuhan air. Sedangkan di hulu harus dilakukanya penanaman pohon agar memulihkan kondisi sub DAS.

“Pertumbuhan industri, pemukiman dan pertumbuhan penduduk tak akan bisa terbendung. Sejalan dengan itu besar juga kebutuhan terhadap air. Keadaan ini harus diseimbangkan dengan upaya pemulihan lingkungan di hulu,” jelas Aang.

loading...

Feeds