Putusan Kasus Tipikor Kohippi Sukabumi Tak Memuaskan

GRAFIS:YUZHAR/RADAR SUKABUMI
Polemik keputusan kasus tipikor Kohipmi

GRAFIS:YUZHAR/RADAR SUKABUMI Polemik keputusan kasus tipikor Kohipmi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menjatuhkan Ketua Koperasi Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Kohippi), Muslih Ahmad dipidana penjara selama tiga tahun, rupanya mengundang reaksi lantaran merasa tak puas. Namun keinginan kedua belah pihak berbeda.

Jika Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukabumi menyatakan sikap banding karena putusannya terlalu ringan dari tuntutan.

Sedangkan Kuasa Hukum Muslih Ahmad, N Y, Yeni Iryani menginginkan terdakwa lepas dari segala dakwaan dan tuntutan hukum.

“Kita diberi waktu selama 14 hari untuk menyatakan sikap, selang waktu itu masih ada. Nanti setelah kita memiliki berkas putusan, kita akan pelajari terlebih dahulu,” ujar Kuasa Hukum Muslih Ahmad, N Y, Yeni Iryani, Senin (6/2/2017).

Lantaran putusan hakim itu masih jauh dari harapannya. Ia mengklaim, dalam fakta persidangan sudah jelas bahwa kliennya sebagai Ketua Kohippi terkait masalah pinjam meminjam antara Kohippi dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

loading...

Feeds