Perwapas Kabupaten Sukabumi Tolak Revisi Perda Nomor 7 Tahun 2014

Ilustrasi perda

Ilustrasi perda

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Masuknya pembahasan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Penataan Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, membuat Persatuan Warga Pasar (Perwapas) berang dan menolak tegas revisi tersebut lantaran dinilai akan menimbulkan kompetisi tidak sehat.

“Salah satu yang menjadi dasar penolakan kami, terletak pada pasal 12 poin A, B dan C. Dalam poin tersebut dijelaskan, jarak antara pasar tradisional dan modern sebelumnya 1.500 meter. Sementara dalam revisi, akan diubah menjadi 500 meter,” papar Ketua Perwapas Palabuhanratu, Syafnir kepada Radar Sukabumi saat dihubungi melalui saluran telepon, belum lama ini.

Menurut Syafnir, penolakan revisi bersama rekan sesama warga pasar dinilai sangat tepat, di tengah gelombang ekspansi toko modern yang terus datang ke pelosok daerah Kabupaten Sukabumi.

Bahkan, jika merujuk pada aturan perda sebelumnya, kondisi di lapangan masih tergolong tidak tertib. Apalagi, sambung Syafnir, jika perda revisi sudah ditetapkan pemerintah.

“Aturan dulu menyebutkan jarak terbilang jauh sudah banyak yang menyalahi. Apalagi sekarang dengan adanya perubahan revisi dapat dipastikan ekspansinya akan semakin tidak terbendung,” terangnya.

Bila pemerintah bersikeras untuk menetapkan pembahasan revisi hasil anggota rumusan DPRD Kabupaten Sukabumi, maka dirinya bersama Perwapas akan terus menolak hingga revisi tersebut tidak jadi ditetapkan.

Hal ini, kata Syafnir, tidak terlepas dari ketakukan warga pasar yang belum siap bila harus berkompetisi dengan para pemodal, khususnya di sektor retail.

loading...

Feeds