Anggaran Gizi Buruk di Kabupaten Sukabumi Minta Diaudit

FOTO: RENDI/RADARSUKABUMI
TAKZIAH: Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono saat mendatangi kediaman almarhum Ujang Nurjani di Kampung Ciherang RT 02/06, Desa Girijaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/2/2017).

FOTO: RENDI/RADARSUKABUMI TAKZIAH: Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono saat mendatangi kediaman almarhum Ujang Nurjani di Kampung Ciherang RT 02/06, Desa Girijaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/2/2017).

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Meninggalnya Ujang Nurjani (13) yang diduga kuat akibat gizi buruk yang dideritanya, berbuntut panjang.

Kini, para aktivis mahasiswa mempertanyakan anggaran yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi setiap tahun untuk penanggulangan gizi buruk.

“Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi telah menyatakan, bahwa setiap tahun ada anggaran untuk penanganan gizi buruk. Kami ingin tahu realisasinya setelah ada kasus Ujang yang menurut kami lamban ditangani,” ungkap Presidium Solidaritas Mahasiswa Sukabumi (Somasi), Ronal Saepul kepada Radar Sukabumi, Minggu (5/2/2017).

Informasi yang dihimpun, pada tahun anggaran 2014 lalu, dalam APBD Kabupaten Sukabumi terdapat anggaran untuk penanggulangan gizi buruk dan gizi kurang sebesar Rp500 juta pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi. Sementara Ujang, mengidap gizi buruk sudah sejak 2013 silam.

GRAFIS: YUZHAR/RADARSUKABUMI Program perbaikan gizi buruk di Sukabumi

GRAFIS: YUZHAR/RADARSUKABUMI
Program perbaikan gizi buruk di Sukabumi

“Harusnya Ujang ini menjadi prioritas program itu. Tapi jangankan Ujang, realisasinya pun belum kami dengar,” bebernya.

loading...

Feeds