Terkait Dugaan Tipikor Kohippi Sukabumi, Tak Sesuai Tuntutan, JPU Langsung Banding

GRAFIS:YUZHAR/RADAR SUKABUMI
Polemik keputusan kasus tipikor Kohipmi

GRAFIS:YUZHAR/RADAR SUKABUMI Polemik keputusan kasus tipikor Kohipmi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung terhadap dua terdakwa yakni Ahmad Muslih dan Aris Ruslan atas kasus penyaluran pinjaman modal kerja, tampaknya tak diterima begitu saja oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Vonis kepada keduanya, dinilai terlalu ringan dibandingkan tuntutan yang diajukan. Bahkan, Pengadilan Tipikor menjatuhkan pidana kepada terdakwa yang notabene selaku Ketua Koperasi Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia Sukabumi (Kohippi) yakni Ahmad Muslih Ahmad, terlalu ringan daripada terdakwa Aris Ruslan selaku Manajer Operasional. Muslih Ahmad dijatuhkan hukuman pidana penjara tiga tahun sementara Aris Ruslan lima tahun.

”Hukuman yang dijatuhkan oleh Pengadilan Tipikor itu dibawah 2/3 dari tuntutan JPU yakni masing-masing delapan tahun. Makanya, kami lakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT),” tegas Kepala Seksi Pidana Khusus, Kejaksaan Negeri Sukabumi, Dede Sutisna, Rabu (1/2/2017).

Kasus ini sendiri merupakan lanjutan dari dugaan tipikor penyaluran pinjaman modal kerja kepada Kohippi dari Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).

Selain itu, pasal yang dituntutkan oleh JPU itu dianggap oleh Pengadilan Tipikor tak terbukti untuk kedua tersangka.

loading...

Feeds