Pengamat Pendidikan Sukabumi: Kekerasan Hanya Akan Melahirkan Kekerasan

Pengamat Kebijakan Publik dan Pendidikan, Asep Deni

Pengamat Kebijakan Publik dan Pendidikan, Asep Deni

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Pengamat Kebijakan Publik dan Pendidikan Asep Deni menilai bahwa kekerasan yang terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mendapat banyak perhatian.

Menurutnya, perguruan tinggi seharusnya sebagai tempat pendidikan, bukan untuk tempat kekerasan.

Kekerasan yang terjadi di perguruan tinggi perlu mendapat perhatian banyak pihak. Salah satunya dengan tragedi yang dilaksanakan pada diklat di UII.

Kekerasan berawal dari adanya kegiatan mahasiswa yang secara otonom atau kekuasaan dilaksanakan oleh mahasiswa senior.

“Biasanya yang banyak kekerasan di kegiatan diklat pada organisasi,” terang Asep.

Setiap kegiatan memiliki tujuan yakni untuk mendidik dalam pembentukan karakter, tetapi cara yang dilakukan sebagai bentuk penganiayaan tidak dibenarkan dalam aturannya. Menurutnya, hal tersebut tidak boleh terjadi.

Kegiatan-kegiatan mahasiswa harus sering mendapatkan evaluasi, baik oleh organisasi itu sendiri maupun dari pihak perguruan tinggi. Apalagi sampai ada kematian di perguruan tinggi ketika mengikuti diklat.

loading...

Feeds