Setelah Kemarau Panjang, Petani di Sukabumi Sambut Panen Padi Pertama

FOTO : DASEP/RADARSUKABUMI DIPANEN: Petani padi ketika panen pertama di Gunungguruh Girang Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Para petani di Kecamatan Gunungguruh dan beberapa kecamatan di Kabupaten Sukabumi, seperti Kecamatan Gegerbitung, Cireunghas dan Cisaat mulai melakukan panen padi pertama setelah dilanda kemarau panjang. Panen pertama ini, disambut dengan penuh suka cita. Lantaran, penantian yang begitu panjang sudah terbayarkan dengan hasil yang memuaskan. “Kami bersyukur bisa melakukan panen padi pertama dengan lancar,” papar salah seorang petani asal Gunungguruh.

Diakuinya, hari-hari seperti ini sudah dinantikan sejak dulu. Lantaran, dulu hamparan sawah yang dimiliki oleh masyarakat tidak bisa bercocok tanam. “Panen padi yang sekarang sangat ditunggu-tunggu oleh para petani di semua kampung yang berada di Kecamatan Gunungguruh. Lantaran, dulu kami tidak bisa bercocok tanam dan mengalami gagal panen,” terangnya.

Masa sulit dulu, kata Tati, ketika harus mengalami kerugian akibat tidak bisa bercocok tanam dan gagal panen. Tapi, setelah panen padi pertama ini, semua kerugian yang dialami dapat tergantikan. Atau minimal hasil panen sekarang dapat menutupi modal pertanian yang hasil dari meminjam.

“Selama musim kemarau kami merugi akibat gagal panen. Semoga saja panen padi yang sekarang kami untung atau dapat mencicil utang kami,” tuturnya.


Setelah penen selesai, lanjut Tati, pihaknya akan menjualnya untuk membayar utang dan untuk modal bercocok tanam kembali serta menyimpannya untuk keperluan sehari-hari. Lantaran, penghidupan keluarganya selama ini, hasil dari bertani terutama hasil penjualan padi.

“Hanya itu penghasilan untuk menjawab kebutuhan sehari-hari keluarga kami,” paparnya.

Lantaran, kata Tati, biaya bercocok tanam padi untuk sekarang ini cukup lumayan mahal. Walaupun BBM sudah turun, tapi biaya traktor masih mahal dan harga pupuk juga sangat lumayan.

Belum juga harga kuli untuk bercocok tanam. Agar, proses penanaman padi cepat, pihaknya suka diburuhkan (dikulikan) kepada para petani lain. Karena, jika proses penanaman padi serentak dan tidak tertinggal oleh yang lain, akan menghindari serangan hama.

“Soalnya, hama padi tidak menyerang secara fokus kepada padi kami,” ujar Tati.

Terpisah, Kepala Desa Cikujang Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi, Uus Somantri mengatakan, pada panen padi pertama setelah dilanda kemarau, para petani dapat untung besar. Pasalnya, tidak sedikit para petani padi yang mengalami kerugian akibat kemarau yang melanda.

“Ada beberapa wilayah di pesawahan yang dimiliki masyarakat sedang panen padi pertama setelah kemarau. Mudah-mudahan saja, penen padi kali ini dapat memberikan untung besar untuk petani agar kehidupannya dapat semakin sejahtera,” ujarnya.

(cr5/d)