Netty : Tren KDRT dan Kekerasan Anak Meningkat

Ilustrasi KDRT

POJOKJABAR.com, SUKABUMI  РNetty Prasetyani Heryawan yang juga Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, mengatakan, kasus kekerasan dalam rumah tangga di Jawa Barat setiap tahunnya relatif meningkat. Dalam kurun lima tahun terakhir terhitung 2011-2015 jumlahnya mencapai 532 kasus.

“Di tahun 2015 sendiri, kekerasan terhadap anak mencapai 79 kasus dan KDRT 28 kasus. Trennya setiap tahun meningkat tajam. Kalau jumlah korbannya belum diketahui secara persis,” ujarnya seusai menghadiri kegiatan pertemuan PKK dan Dharma Wanita se-wilayah Bogor di Gedung Juang, Jalan Veteran, Kota Sukabumi, pada Selasa (16/2).

Netty menjelaskan data tersebut berasal dari laporan setiap kota dan kabupaten di Jawa Barat. Jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga trennya ‘mengalahkan’ kasus human trafficking.

“Meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga itu karena stigma di masyarakat yang mengkategorikan sebagai hidden crime. Hal itu merupakan urusan domestik rumah tangga jadi banyak yang tidak peduli,” terangnya.


Faktor pemacu peningkatan kasus KDRT ini, terang Netty, di antaranya adanya penelantaran orang tua terhadap anak. Masih banyak orang tua yang tidak mengetahui tugas dan perannya sebagai orang tua dan tidak bisa menjalankan perlindungan terhadap anak baik dalam rumah maupun luar rumah. Sebagian besar pelaku kekerasan terhadap anak adalah orang terdekat dan masih dalam rantai keluarga.