Eskul Realiti SMA Negeri 3 Sukabumi Kembangkan Tanaman Hidroponik

MERAWAT : Sejumlah pengurus ekstrakurikuler Realiti saat mengecek dan melakukan perawatan tanaman pada media tanah. WAHYU SYAHIDAN/RADARSUKABUMI

POJOKJABAR.com, SUKABUMI РSejumlah pelajar yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler Remaja Pecinta Lingkungan SMAN 3 Kota Sukabumi (Realiti) mencoba terobosan baru dengan bercocok tanam melalui program hidroponik.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk pemanfaatan lahan kosong dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya bercocok tanam serta edukasi bagi para pelajar SMAN 3 Kota Sukabumi. Salah seorang anggota Realiti yang juga Ketua Divisi Toga, Arsyad Mahrizal Firdaus mengatakan, dipilihnya bertani dengan sistem hidroponik ini, selain praktis dan efektif, juga sangat mudah, sederhana dan murah. Sebab cukup dengan menggunakan media pipa paralon yang dipasang secara bertingkat sudah bisa bertani dengan berbagai jenis tanaman.

“Saat ini kita baru mengembangkan pada tanaman sayuran sosin,” ujar Arsyad didampingi dua rekannya, Muhammad Rifki Habibi dan Mochamad Nanda.

Ia menambahkan, pada penanaman hidroponik ini, selain tidak menggunakan lahan yang banyak, hasil yang didapatkan dari penanaman tersebut lebih bagus dibanding menggunakan media tanah. Terlebih tingkat diserang hama tidak terlalu besar dan pertumbuhannya lebih cepat.


“Hasilnya cukup bagus dan lebih segar,” tambahnya.

Namun demikian, sambung dia, masih terdapat kelemahan dari bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik. Sebab pada sistem ini memerlukan daya listrik untuk memompa air ke setiap bagian tanaman.

“Rencananya kita akan menggunakan nutrient film tecnique (NFT) yang dikolaborasikan dengan tenaga surya sebagai penghematan listrik,” akunya.

Arsyad mengungkapkan adapun hasil dari bercocok tanam itu, pihaknya masih melakukan pemasaran di lingkungan sekolah dan hasilnya untuk pengembangan lebih lanjut.

“Sebetulnya bisa dijual ke supermarket sebab sudah memenuhi persyaratan. Sebab nutrisi yang terkandung lebih bagus dan yang terpenting tidak menggunakan pestisida,” pungkasnya.

(why)