Polisi Bekuk Komplotan Penadah Roda Empat, Guru Honorer SD Asal Cianjur Diamankan

foto : widi/radarsukabumi DISITA: Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Diki Budiman (tengah) didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Joni merapikan barang bukti yang disita Anggota Tim Buser Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota dari kedua pelaku penadah pencurian roda empat dalam ekspos di Mako Polres Sukabumi Kota, selasa (16/2) siang.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Jajaran Tim Buser Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sukabumi Kota, mengungkap dan mengamankan dua pelaku yang diduga melakukan tindakan pencurian dan penadahan kendaraan roda empat di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. Dari dua tersangka yang diamankan, satu di antaranya merupakan guru honorer di salah satu sekolah dasar (SD) di Kabupaten Cianjur.

Kedua pelaku yaitu R alias Opik (31), seorang pekerja buruh bangunan warga Kampung Pasirmuncang RT 1/2, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, dan pelaku lainnya S alias Dirman (36), seorang guru honorer SD di Cianjur. Ia tercatat sebagai warga Kampung Salongo RT 01/03 Desa Cibadak Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur.

Keduanya ditangkap Tim Buser Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota pada Jumat (12/2) sekitar pukul 05.00 WIB, di Kampung Cimanggu RT 01/08, Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Mereka terbukti telah melakukan kejahatan, dengan menerima kendaraan roda empat hasil curian dari para pencuri.

“Keduanya ini merupakan pelaku penadah,” ujar Kapolres Sukabumi Kota AKBP Diki Budiman saat menggelar ekspos di Mako Polres Sukabumi Kota, selasa¬†(16/2) siang.


Setelah mendapat banyak laporan dari warga yang kehilangan kendaraan khususnya mobil di wilayah Sukalarang, pihaknya melakukan penyelidikan, dan mendapat informasi bahwa kedua pelaku ini terbukti menjalani profesi sebagai penadah kendaraan hasil curian. “Mereka kita tangkap di wilayah Cianjur, minggu lalu,” ulasnya.

Menurut Diki, salah satu tersangka merupakan seorang guru honorer di salah satu SD di Cianjur. Dari hasil penggerebekan, Anggota Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota berhasil menyita barang bukti sepuluh kendaraan di wilayah Kota Sukabumi yang didapati dari para tersangka yaitu empat unit kendaraan roda empat tanpa surat-surat.

Terdiri dari satu unit mobil pick up merk Suzuki Futura ST 150 warna hitam tahun pembuatan 2012 dengan nomor polisi F 8702 YG dengan STNK atas nama Metta.

Satu unit mobil Toyota Kijang Kapsul Super KF 80 long mini bus berwarna hijau metalik dengan nopol F 1807 VK STNK atas nama Pendi. Satu unit mobil Suzuki Futura pick up warna hitam nopol F 8768 UQ dan satu unit mobil pick up warna hitam dengan nopol F 8229 GD.

“Barang bukti lainnya yang kita amankan adalah alat komunikasi handphone milik kedua tersangka,” terangnya.

Ia menambahkan, kedua pelaku merupakan sindikat pencurian kendaraan bermotor yang sudah profesional. Untuk mempermudah penjualan barang hasil curian, pelaku mempereteli mobil dan dijual secara terpisah mulai dari mesin, bodi hingga aksesoris mobil.

Selain dua tersangka yang sudah diamankan Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota, kini anggotanya juga masih melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku lainnya.

“Ada tiga tersangka lagi yang sedang kita kejar, mereka merupakan pelaku dari pencurian mobil ini,” terangnya.

Sementara itu, tersangka S alias Diman salah satu tersangka yang bekerja sebagai guru honorer SD ini mengaku hanya menadah mobil hasil curian dari R. S mengaku dari satu unit mobil yang berhasil ia jual, dia mendapat imbalan Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Diakuinya, S tergoda menjadi penadah karena keuntungannya lumayan. Apalagi gaji sebagai guru honorer di salah satu SD negeri di Cianjur tidak cukup buat memenuhi kebutuhan hidup bersama anak dan istrinya.

“Awalnya hanya diajak saja sama R, pas dijalani hasilnya lumayan juga imbalannya cukup besar,” ucapnya sambil tertunduk malu
Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 481 KUHP dengan ancaman kurungan penjara di atas lima tahun.

(wdy/e)