Wah… Wilayah Cicurug Sukabumi Masuk Tiga Besar Kasus DBD

fogging
Ilustrasi Fogging

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) dari awal tahun hingga sekarang seakan tak terbendung. Dalam hal ini, Kecamatan Cicurug menjadi perhatian khusus lantaran masuk tiga besar kasus DBD di kabupaten terluas se-Jawa dan Bali itu.
Dari data Puskesmas Cicurug, selama rentang Januari hingga pertengahan Februari 2016, sudah ada 58 pasien DBD.

Jumlah tersebut terdiri dari 39 positif dan 19 suspek. Termasuk satu balita yang dinyatakan meninggal akibat DBD pada akhir Januari tahun ini.

“Memang saat ini kasus DBD terus mengalami peningkatan, dari data sementara saja terdapat 58 pasien yang positif dan suspek. Sehingga, Cicurug masuk kategori tiga daerah terbanyak kasus DBD,” ungkap Kepala Puskemas Cicurug, Tedy kepada Radar Sukabumi saat ditemui di tempat kerjanya, seninĀ (15/2).

Tedy menyebut, terdapat satu balita di Desa Tenjoayu yang meninggal dunia akibat DBD. Sedangkan satu lagi balita yang meninggal di Desa Benda, itu statusnya masih dugaan, karena tidak ada laporan yang menunjukkan positif DBD.


“Satu balita di Desa Tenjoayu atas nama Farid Sidny usia dua setengah tahun meninggal lantaran positif DBD. Nah yang di Desa Benda atas nama Alikarahma berusia tiga tahun enam bulan statusnya suspek DBD, sebab dia dirawat di klinik swasta lalu dibawa ke RSUD Sekarwangi dan meninggal di sana. Datanya ada di Sekarwangi,” bebernya.

Adapun yang sudah dilakukan saat ini adalah fogging di Desa Tenjoayu dan Desa Benda. Akan tetapi, cara tersebut dianggap tidak cukup.