Tiga Kecamatan Difogging

fogging
Ilustrasi Penyemprotan insektisida atau fogging di pemukiman warga.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi akhirnya akan melakukan penyemprotan alias fogging di tiga titik yakni di Kecamatan Cicurug, Nagrak dan Cibadak, pasca meninggalnya dua bocah yakni Siti Amelia (10), dan Rafly Syahrul Ramadhan yang berusia satu setengah tahun.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua korban gigitan nyamuk aedes aegypti itu meninggal dua hari berturut-turut.

Korban pertama ialah Siti Amelia, warga Kampung Babakan RT 1/7 Desa Karangtengah Kecamatan Cibadak. Anak kedua dari pasangan Tatang Supriatna dan Suhaeni tersebut meninggal setelah mendapat perawatan di salah satu rumah sakit swasta pada Jumat (12/2) sekitar pukul 09.15 WIB.

Keesokan hari tepatnya Sabtu (13/2), Rafly Syahrul Ramadhan yang juga warga Kampung Cinumpang RT 4/2, Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak juga meninggal sekitar pukul 06.00 WIB.


“Untuk tindakan yang kami lakukan sudah pasti fogging. Pelaksanaannya diawali di Cicurug tepatnya Puskesmas Cipari,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Sukabumi, Harun Al Rasyid, minggu (14/2).

Sejatinya, lanjut Harun, fogging bukan upaya yang efektif untuk mencegah penyebaran nyamuk karena hanya nyamuk dewasa yang mati.

Tidak demikian dengan jentik-jentiknya yang tetap hidup. Sehingga langkah terbaik itu dengan menutup menguras dan menimbun atau 3M. Tak cukup dengan itu saja, masyarakat juga menjadi penentu agar terhindar dari DBD salah satunya rajin membersihkan gorong-gorong dan tempat yang mudah tergenang air.

“Dalam hal ini PHBS menjadi kuncinya,” jelasnya.

Terkait kasus meninggalnya dua anak korban DB, Harun menyatakan jika itu benar terjadi sesuai dengan indikasi dokter di antaranya trombosit menurun dan diperkuat pemeriksaan IgD dan IgM positif. Menurut dia, masih sering terjadi kesimpangsiuran di masyarakat tentang DBD. Salah satunya banyak yang beranggapan jika panas tinggi diindikasikan DBD padahal belum pasti.

“Syarat DBD itu IgM, IgD, hematokrit dan trombosit,” terang Harun..

Ia menuturkan pada Januari lalu terjadi positif DBD berjumlah 35 kasus. Lalu pada Februari ini tidak menutup kemungkinan mengalami peningkatan yang signifikan karena berada di musim hujan.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan dan untuk mengetahui satu wilayah terkena DBD harus diawali dengan penyelidikan epidemologi,” jelasnya.

(dri)