Dua Tersangka Korupsi Tetap Dibui Pasca Praperadilan Kasus Hilangnya Aset Negara di Sukabumi

Grafis : Yuzhar Dwika // Radar Sukabumi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI¬†–¬†Setelah laporan diterima pihak Kejari Cibadak, kepala lembaga adhyaksa ini langsung melakukan pulbaket. Dari hasil pulbaket, ditemukan ada dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam kasus ini. Proses hukumnya pun dinaikkan dari pulbaket menjadi penyelidikan pada Mei 2015 lalu.

Pihaknya terus menggeber kasus ini. Sejumlah saksi, baik warga penggarap Desa Tenjojaya, pemerintah desa, kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi yang terkait dalam kasus ini dipanggil untuk dimintai keterangan oleh tim penyidik.

Dari hasil penyelidikan dan barang bukti yang berhasil dikumpulkan, pada September 2015 lalu, Tim Penyidik Kejari Cibadak resmi menetapkan Kades Tenjojaya, S dan Camat Cibadak, SH menjadi tersangka.

SUMBER : KEJARI CIBADAK SUKABUMI // KEJATI JABAR. Data Kasus Korups Tenjolaya Sukabumi
SUMBER : KEJARI CIBADAK SUKABUMI // KEJATI JABAR.
Data Kasus Korups Tenjolaya Sukabumi

Keduanya terbukti telah terlibat dalam dugaan Tipikor penghilangan aset negara eks HGU PT Tenjojaya Desa Tenjojaya Kecamatan Cibadak seluas 299,433 hektare.


Merasa tidak terima dengan penetapan tersangka yang dilakukan tim penyidik, S dan SH pun mengajukan gugatan praperadilan atas statusnya sebagai tersangka ke Pengadilan Negeri Cibadak pada November lalu. Tak tanggung-tanggung, sedikitnya sepuluh orang penasehat hukum disewa keduanya untuk melawan pihak kejaksaan.

Namun, usaha praperadilan tersebut ditolak oleh PN Cibadak pada 21 September 2015 lalu. Hakim menilai, dalam penetapan tersangka yang dilakukan oleh Tim Penyidik Kejari Cibadak telah sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Negara Republik Indonesia.