Lagi… TKW Asal Sukabumi Tewas di Abu Dhabi

FOTO: DASEP/RADARSUKABUMI KENANGAN : Foto Herlina Marlina (35) (tengah) dan ibunya Aih (51) (kanan) beserta putrinya (kiri) pada saat semasa hidupnya.

POJOKJABAR.com, SUKABUMIĀ – Kabar duka kembali menyelimuti warga Sukabumi. Kali ini, kesedihan itu dirasakan Aih (51) warga Kampung Pasirpogor RT 4/2 Desa/Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi. Putri kandung kedua Aih, Herlina Marlina (35) dikabarkan meninggal di Abu Dhabi, Saudi Arabia pada Sabtu (6/2).

Korban meninggalkan dua orang anak. Yakni, Rani Afriani (17) masih duduk di bangku SMA dan Rafli Maulana (10) duduk di bangku SD.
Padahal, Herlina Marlina baru berangkat ke Abu Dhabi sekitar satu bulan lalu, yakni 6 Januari 2016. Herlina berangkat ke Abu Dhabi yang kedua kalinya.

“Sebelum meninggal, Herlina mengaku dirinya mengalami sakit bengkak-bengkak pada tubuhnya pada tanggal 15 sampai 20 Januari 2016. Karena komunikasi masih intensif dengan dengan pihak keluarga,” ungkap Aih (51) kepada Radar Sukabumi ketika ditemui di kediamannya, rabuĀ (10/2).

Setelah itu, masih kata Aih, pada 6 Februari 2016 dirinya menerima kabar dari pemerintah melalui pihak kepolisian bahwa putrinya itu meninggal dunia di Rumah Sakit Abu Dhabi akibat sakit.


“Setelah kami menerima informasi, tadinya tidak percaya. Tapi, setelah ada pihak kepolisian dari Jakarta yang datang ke rumah setelah itu baru kami percaya,” terangnya.

Setelah itu, lanjut Aih, Herlina yang meninggal tersebut akan dimakamkan di sana. Herlina diurus oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Lantaran, untuk pemulangannya membutuhkan anggaran yang cukup besar, ia pun mengikhlaskan dan memutuskan agar jenazah putrinya dimakamkan di Abu Dhabi.

“Pihak keluarga bersepakat agar anak kami dimakamkan di sana. Karena untuk memulangkannya membutuhkan biaya yang lumayan besar,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, jelas Aih mengaku terpukul dan merasa kehilangan. Hanya saja, ia meyakini hal ini merupakan suratan takdir dari Yang Maha Kuasa. Meskipun tujuan Herlina kembali pergi menjadi TKI untuk membiayai kedua anaknya untuk terus bersekolah.

Terpisah, Kepala Desa Cicantayan, Djulfikar Alihakim mengatakan, setelah mendapatkan informasi ada warganya yang meninggal, ia sempat berupaya untuk mengurus kelengkapan administrasi.

“Saya juga melaporkan ke Disnakertrans. Tadinya jenazah Herlina agar bisa segera dipulangkan ke Tanah Air. Tetapi keluarganya sudah ikhlas Herlina agar dimakamkan di Abu Dhabi,” paparnya.

(cr5)