Kejari Diminta Gesit dalam Menangani Kasus Kades Korupsi Desa Pamuruyan Sukabumi

BANGUNAN : Bangunan Kejaksaan Negeri Sukabumi yang terletak Kota Sukabumi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Perwakilan warga Desa Pamuruyan Kecamatan Cibadak meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak lebih intens menindaklanjuti kasus dugaan penyelewengan anggaran yang dilakukan kepala desa (kades). Kejari bisa bergerak cepat dan tak harus berlama-lama dalam proses pengumpulan bukti dan keterangan (pulbaket), karena laporan sudah diserahkan termasuk bersedianya perwakilan warga desa untuk menjadi saksi.

“Kami mendesak kejari segera turun menindaklanjuti laporan kami terhadap dugaan penyelewengan anggaran oleh Kades Pamuruyan. Sudah ada laporan yang dilampirkan termasuk pelapornya,” ujar Koordinator Pelapor, Oman Rachman kepada Radar Sukabumi, selasa¬†¬†(9/2).

Ia mengungkapkan, sebagai penegak hukum tak harus ragu-ragu lagi mengambil langkah hukum. Adapun latar belakang dari desakan tersebut, yaitu dampak yang muncul dari kasus tersebut otomatis mengganggu pelayanan masyarakat.

Karena, fungsi pemimpin dalam struktur jabatan sangat penting, maka jika ada kejadian seperti ini terganggu juga proses pemerintahan desa.


“Lebih cepat mengambil tindakan, akan semakin baik. Hal ini dilakukan supaya terjaga kondusifitas pemerintahan di Desa Pamuruyan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, dugaan penyelewengan anggaran yang dilakukan Kades ES meliputi ADD di 2015 yang berkisar Rp 200 juta lebih. Jumlah tersebut belum termasuk bantuan provinsi.