Muraz : Tak Ada Anggaran untuk Tenaga Honorer

AUDIENSI: Sejumlah pegawai honorer melakukan audiensi dengan PGRI Kota Sukabumi, belum lama ini. Foto:Dok:radarsukabumi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Adanya tuntutan dari para honorer yang menginginkan upah yang laik kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi nampaknya tidak akan terealisasi. Pasalnya, pemkot tidak menyediakan anggaran untuk membiayai para honorer di Kota Sukabumi.

“Coba lihat saja sejarah awal mereka jadi honorer, mereka bukan diangkat oleh saya selaku kepala daerah tapi oleh sekolahnya masing-masing, jadi sekolah sudah bisa mengatur untuk pembiayaan honor mereka,” ujar Walikota Sukabumi, usai pelantikan eselon II, IV dan kepala sekolah, belum lama ini.

Muraz mengaku tidak tinggal diam dalam usaha pengangkatan honorer menjadi PNS. Buktinya pemkot sudah mengupayakan supaya ada pengakuan dari pusat. Sehingga ada prioritas tenaga honorer yang diangkat menjadi PNS.

“Kan itu upaya kami, kalau tidak direkomendasikan pemkot tidak mungkin ada PNS yang diangkat seperti yang lalu,” jelasnya.
Dijelaskannya, secara yuridis tenaga kerja sukarela (TKS) atau honorer itu kalau secara yuridis tidak diangkat oleh kepala daerah. Beda halnya dengan tenaga harian lepas (THL) yang menerbitkan surat keputusan yakni Walikota Sukabumi.


“Jadi, THL ini menjadi tanggung jawab saya, makanya dianggarkan di tahun ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Yemmi Yohana membenarkan kalau kebutuhan guru di tingkat sekolah dasar dan menengah masih kurang. Sementara ini jumlah guru honorer hampir sekitar 25 persen dari total guru PNS.