Telat Ajukan Penangguhan , UMK PT Regina Sukabumi ‘Gigit Jari’

PRODUKSI: Sejumlah pegawai membuat pakaian di PT Great Apparel, Jalan Pelabuhan, Kecamatan Warudoyong, jumat (5/2). Foto:Ikbal/radarsukabumi

POJOKJABAR.com, – Provinsi Jawa Barat menolak satu di antara dua perusahaan yang telah mengajukan penangguhan pemberlakuan upah minimum kota (UMK). Perusahaan yang ditolak yakni PT Regina, sedangkan perusahaan yang disetujui penangguhannya PT Great Apparel.

“Untuk PT Regina itu ditolak karena telat dalam mengajukan penangguhannya, seharusnya seminggu setelah pengumuman UMK dari pusat, sudah menyerahkan prosedur penangguhan,” ujar Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kota Sukabumi, Didin, jumatĀ  (5/2).

Untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan, terpaksa perusahaan itu melakukan pemberhentian tenaga kerja. Tapi itu pun sudah sesuai dengan prosedur pengurangan tenaga kerjanya.

“Kemampuan perusahaan sudah tidak sanggup menggaji karyawannya, jadi dikurangin. Itu juga lantaran sudah habis masa kontrak,” jelasnya.


Perusahaan yang diketahui bergerak di bidang sparepart motor Honda kondisi perusahaannya memang kurang bagus, selain biaya produksi yang semakin tinggi, untuk order barangnya pun sedikit. Lantaran tidak sanggup menyediakan barang-barang, jadi kini perusahaan itu mengurangi produksi.