Polisi Bekuk Pelajar Bersenjata Tajam

foto : widi/radarsukabumi
HEBOH: Brigadir Jakson Silaban, Anggota Sabhara Polres Sukabumi Kota menangkap dua orang pelajar SMK yang membawa sajam di Jalan Suryakencana, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabum, kamis  (3/12) sekitar pukul 10.00 WIB.

foto : widi/radarsukabumi HEBOH: Brigadir Jakson Silaban, Anggota Sabhara Polres Sukabumi Kota menangkap dua orang pelajar SMK yang membawa sajam di Jalan Suryakencana, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabum, kamis (3/12) sekitar pukul 10.00 WIB.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Aksi kejar-kejaran antara polisi dan dua pelajar SMK layaknya film action terjadi di Kota Sukabumi, tepatnya di Jalan Suryakencana, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole.

Pantauan Radar Sukabumi, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB kamis (3/12) itu sempat membuat heboh. Bahkan, sejumlah warga yang melihat histeris ketakutan, karena salah satu pelajar menyeret senjata tajam (sajam) jenis sabit berukuran 30 cm.

Saksi mata, Alam (30) mengatakan, dirinya melihat segerombolan pelajar berjalan di kawasan Jalan Suryakencana, tepat di depan SMPN 9 Kota Sukabumi. “Memang benar, salah satu di antara mereka menyeret sabit berukuran 30 cm sambil berjalan,” ungkap Alam.

Ia dan warga lain mencoba mengusir para pelajar itu, dan tak lama kemudian aksi konvoi pelajar tersebut tercium oleh anggota Sabhara Polres Sukabumi Kota yang sedang bertugas.

“Ketika lagi jalan gitu ada anggota polisi turun dari motor, dan langsung ngejar kedua pelajar yang membawa sajam. Sementara pelajar lain berhamburan melarikan diri,” ulasnya.

Menurutnya, pelajar si pembawa sajam sempat melawan saat hendak ditangkap. “Untungnya polisi sigap dan memborgol tangan pelaku,” beber Alam.

Warga pun bangga dengan aksi heroik yang dilakukan anggota Sabhara Polres Sukabumi Kota yang diketahui bernama Brigadir Jakson Silaban (40) itu.

“Pak Polisi itu pemberani. Kami bangga karena saat berhadapan dengan pelaku, pak polisi ini menangkapnya dengan tangan kosong sementara pelajarnya bawa sajam,” tambahnya.

Sementara itu, Kaur Bina Operasi (KBO) Reskrim Polres Sukabumi Kota Ipda Ujang Ta’an mengatakan, sebanyak 18 orang pelajar pelaku tawuran diamankan aparat kepolisian Polres Sukabumi Kota sekira pukul 11.42 WIB. Empat pelajar di antaranya diketahui kedapatan membawa sajam. Hingga kini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terkait kepemilikan sajam ini.

“Buntut dari penangkapan dua orang pelajar tadi, kita berhasil mengamankan temannya yang lain, dan sekarang mereka sedang diberikan pembinaan oleh para anggota,” ujar Ipda Ujang Ta’an.

Adapun keempat pelajar yang diperiksa lantaran terbukti membawa sajam adalah MA (17), ERB (18), FRM (17), dan ADF (17). “Ketika ditangkap, mereka membawa sajam berupa dua golok besar dan dua celurit panjang. Keempat pelajar ini diketahui berasal dari SMK Kartika Chandra (KC), sedangkan 14 siswa lainnya mengaku dari SMK AMS,” tegasnya.

Masih kata Ujang, jika keempat pelajar ini terbukti membawa sajam, maka kemungkinan keempatnya akan dikenakan Pasal 2 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal sepuluh tahun.

Sementara itu, salah satu pelajar berinisial AD (17) dari SMK AMS mengatakan, saat kejadian ia dan temannya dari SMK KC hendak berangkat sekolah. “Kami diincar sama alumni Tamsis, makanya untuk berjaga-jaga kami berangkat sekolah bareng-bareng. Adapun yang membawa sajam, saya tidak tahu apa-apa,”jawabnya singkat. (wdy/t)

Loading...

loading...

Feeds