Siswa SMPN 1 Parungkuda Tewas

HARU:Jasad Fauzan saat dibawa pihak keluarga dari Kamar Mayat (KM) RS BLUD Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Siswa SMP ini menjadi korban tenggelam di sungai Leuwibuleud.

HARU:Jasad Fauzan saat dibawa pihak keluarga dari Kamar Mayat (KM) RS BLUD Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Siswa SMP ini menjadi korban tenggelam di sungai Leuwibuleud.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Diduga tak bisa berenang, seorang pelajar kelas VIII SMPN 1 Parungkuda, Fauzan Pras Arafi’u (13), warga Kampung Sekarsari RT 01/06, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi meninggal karena hanyut tergerus arus di Leuwibuleud RT 01/03, Desa Cigunar, Kecamatan Ciambar, sekitar pukul 12.20 WIB, Kamis (18/9/2015). Korban dibawa ke Kamar Mayat (KM) RS BLUD Sekarwangi, dan langsung dikebumikan.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, kejadian tersebut bermula saat korban beserta tiga orang temannya mandi di sungai tersebut. Korban dikenal sebagai pelajar dan anak yang pendiam, serta tidak bisa berenang. Malang, saat diajak temannya yang lain untuk berenang, korban langsung tenggelam dan terbawa arus sungai.

“Anak saya ini tidak bisa berenang, dia diajak teman lainnya berenang saat pulang sekolah,” ujar ayah korban, Pongki Prabowo saat ditemui di KM RS BLUD Sekarwangi.

Ia menerima informasi dari warga yang menemukan korban. Tak berselang lama pasca diterimanya informasi itu, Pongki pun bergegas mendatangi lokasi untuk memastikan korban. Sontak, ia terkejut melihat anaknya yang sudah terbujur kaku.

“Biasanya dia ini suka pulang, Jumatan di rumah. Tapi hari ini gak ada. Tiba-tiba saya mendengar kabar, bahwa anak saya telah meninggal akibat tenggelam,” singkatnya seraya menangis.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Parungkuda, Ipda Iskandar menambahkan, saat petugas datang ke lokasi, korban telah ditemukan warga dalam keadaan meninggal dan berada di 200 meter dari lokasi tenggelam. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, korban meninggal akibat tidak bisa berenang.

“Korban langsung kami bawa ke rumah sakit untuk pertolongan pertama. Korban sudah meninggal saat ditemukan,” singkatnya.

Di tempat yang sama, tenaga medis yang memeriksa korban, Dara Respita menjelaskan, korban meninggal akibat kekurangan oksigen lantaran tenggelam. Diduga, korban meninggal saat masih di dalam air.

“Tak ada tanda kekerasan atau luka-luka pada jasad korban. Ini karena korban kesulitan napas saat tenggelam,” singkatnya. (ren/t)

Feeds