Warga Nyalindung Hidup tanpa Listrik

TERTINGGAL: Suasana Kampung Nyalindung RT 3/14 Desa Kebonmanggu Kecamatan Gunungguruh yang belum teraliri listrik. Di kampung tersebut terdapat 27 rumah tanpa listrik.

TERTINGGAL: Suasana Kampung Nyalindung RT 3/14 Desa Kebonmanggu Kecamatan Gunungguruh yang belum teraliri listrik. Di kampung tersebut terdapat 27 rumah tanpa listrik.

POJOKJABAR.com, GUNUNGGURUH – Warga Kampung Nyalindung RT 3/14 Desa Kebonmanggu Kecamatan Gunungguruh menjalani keseharian tanpa listrik. Untuk mendapatkan penerangan saat malam hari, warga hanya mengandalkan satu lampu untuk satu rumah saja, tak ada televisi dan barang elektronik lainnya.

Keadaan ini dirasakan 27 kepala keluarga (KK) selama kurang lebih 25 tahun. Setiap kali warga mengajukan pemasangan kilo watt hour (KWH) kepada PLN selalu tidak direspons dengan alasan yang tidak jelas.

“25 tahun masyarakat Kampung Nyalindung RT 3/14 tidak mendapatkan penerangan lampu yang layak karena tak ada listrik. Di kampung ini ada 27 rumah, setiap hari di sini sunyi dari informasi dan seperti terisolir padahal jarak ke jalan utama Kabupaten Sukabumi tidak terlalu jauh,” terang tokoh masyarakat Kampung Nyalindung, Apun (59), kepada Radar Sukabumi di kediamannya, Kamis (17/9/2015).

Hidup tanpa listrik bukan tanpa upaya, sudah berkali-kali warga mendatangi PLN dan pemerintah setempat untuk meminta pemasangan KWH, padahal warga bersedia membayar. Mereka menilai pemerintah tak respons terhadap persoalan ini karena pada 2013 lalu ada pemasangan KWH massal, akan tetapi malah dialihkan ke kampung lain.

“Kami meminta pemasangan tidak gratis, 27 KK di kampung ini siap membayar pemasangan KWH sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun pemasangannya pasti bervariasi ada yang 400 watt sampai 900 watt. Di tahun 2013 ada program pemasangan KWH massal namun program tersebut dialihkan ke kampung sebelah dengan memasang KWH untuk tujuh KK. Sedangkan masyarakat di kampung kami sudah berpuluh-puluh tahun belum mendapatkan penerangan tidak menjadi skala prioritas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 3/4, Kayat (47), mengungkapkan untuk penerangan warga hanya memasang satu lampu di setiap rumah, kampung ini seakan terisolir sebab hingga kini warga belum bisa menikmati televisi di rumahnya. Pengajuan sudah berulang kali dilakukan kepada PLN Cabang Cikembar, namun belum ada jawaban yang memuaskan.

“Semua keinginan kami untuk memasang KWH tidak terlalu direspons dengan baik serta terkesan diulur-ulur terus. Padahal zaman sudah modern tapi kami seakan terisolir dalam informasi di zaman yang serba modern seperti sekarang,” jelasnya. (cr5/d)

Feeds