Uang Jaminan Pasar Pelita Capai Rp18 M

Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi  Rojab Asyari

Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi
Rojab Asyari

POJOKJABAR.com, CIKOLE – Untuk memberikan kepercayaan kepada para pedagang Pasar Pelita, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menjaminkan pembangunan pasar dalam bentuk uang mencapai Rp18 miliar. Jaminan yang sudah tertuang dalam kontrak kerja sama dengan pihak pengembang nantinya akan disimpan di salah satu bank. Namun, sampai saat ini uang jaminan tersebut tak kunjung diminta oleh pemkot kepada pengembang, hal tersebut membuat Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asyari menilai pemkot harus segara meminta uang jaminan tersebut.

“Uang jaminan itu tidak bisa diambil jika pembangunan belum selesai dan apabila pembangunan tak beres, uang tersebut milik pemerintah. Dengan jaminan tersebut bisa memberikan kepercayaan kepada para pedagang Pasar Pelita yang nantinya akan mengisi Pasar Pelita baru,” ujar Rojab kepada Radar Sukabumi.

Menurutnya, jika uang jaminan tersebut belum terjadi kesepakatan antara pihak pengembang dan pemerintah, maka pihak pengembang tidak boleh melakukan penawaran kios baru kepada calon pedagang Pasar Pelita. Ditakutkan, nantinya pihak pengembang tidak bisa melanjutkan pembangunan, maka uang yang sudah disetorkan ke pihak pengembang akan hangus tanpa ada jaminan terlebih dahulu.

“Jelas para pedagang rugi. Jadi tunggu pihak pengembang melunasi janji dalam kontrak tersebut, baru lah ada negosiasi untuk sewa menyewa,” bebernya.

Dengan begitu jaminan senilai Rp18 miliar yang sudah disimpan di bank, akan memberikan kepercayaan terhadap para pedagang. Masyarakat pasti menilai bahwa perusahaan pengembang itu bonafit karena sudah menjalankan kontrak yang sudah disepakati.

“Antara kedua belah pihak bahkan masyarakat pasti merasa aman jika sudah ada jaminan dari pengembang dan pembangunan pun sudah bisa dilakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, Ayep Supriatna menjelaskan untuk jaminan pihak pengembang sedang dalam proses, setelah nanti tahap pembongkaran selesai, pihak pengembang akan memberikan jaminan tersebut.

“Memang saat ini kami belum menerima jaminan tersebut. Nanti jika sudah mulai pembangunan jaminan itu pasti kami minta,” katanya.

Untuk itu, para pedagang jangan merasa khawatir atau resah dengan jaminan tersebut. Ayep menilai pihak pengembang akan bekerja secara profesional, proses demi proses pasti nanti kita akan lakukan.

“Mana mungkin pihak pengembang melanggar perjanjian, mereka (pengembang, red) sudah mengeluarkan uang yang begitu banyak, buat penampungan pasar juga sudah habis Rp3 miliar ditambah penghapusan aset Rp1 miliar. Nanti kalau tidak jadi mereka sendiri yang rugi,” jelasnya.

Sepengetahuan Ayep, saat ini pihak pengembang belum melakukan proses pembayaran uang muka, namun pihak pengembang hanya menawarkan pembayaran booking tempat.

“Uang booking tempat itu nantinya langsung masuk ke uang muka atau DP. Selanjutnya para pedagang bisa langsung bayar atau kredit melalui bank,” pungkasnya. (bal/t)

Feeds