PKS Optimis Menang di Pilkada Serentak

PKS

PKS

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Ketua Pejabat Sementara DPD PKS Kabupaten Sukabumi, Dedi Aroza menyambut baik hasil Musyawarah Nasional (Munas) yang diselenggarakan pimpinan pusat, belum lama ini. Menurutnya, Munas tersebut sebagai bentuk rangkaian proses roda organisasi yang lumrah dilakukan.

“Kami sebagai kader di daerah menyambut baik hasil tersebut, Sami’na wa ato’na,” ujar Dedi dalam sambungan teleponnya.

Ia menambahkan, kepengurusan yang baru ini mampu bekerja ekstra untuk membesarkan partai, sehingga wacana untuk meraih 10 persen kursi di tingkat nasional bisa terwujud.

“Kalau pada pilkada lalu tujuh persen, mudah-mudahan ke depannya bisa 10 persen,” tambahnya.

Sementara itu, disinggung soal kepengurusan baru untuk pemenangan di pilkada serentak 9 Desember mendatang, Dedi yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor ini berharap, kader terbaik partainya itu bisa mendompleng kemenangan, khususnya di Kabupaten Sukabumi.

“Dari hasil pertemuan yang sudah kita lakukan dengan para pengurus DPP, kita optimis menang dan kita akan menyusun jadwal kampanye untuk pemenangan di Kabupaten Sukabumi,” harapnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris DPD PKS Kota Sukabumi, Abdul Fatah menambahkan, sebagai kader pihaknya harus patsun dengan keputusan yang ada, apalagi saat ini PKS memiliki para pemimpin yang siap menjadi semangat baru meski ada sebagian bermuka lama.

“Kepengurusan ini akan melahirkan energi baru dan luar biasa. Kita berharap PKS bisa menjadi partai dakwah yang bersih dan jujur,” singkatnya.

Sebelumnya, DPP PKS sudah selesai menggelar Munas ke-4, 14 hingga 15 September 2015 di Bumi Wiyata Depok. Hasilnya melahirkan sembilan poin penting yang akan dijalani partai berlambang dua bulan sambit tersebut, di antaranya, PKS menargetkan pencapaian suara di atas 10 persen pada pemilu 2019 dan ikut berkompetisi di pemilihan presiden. Kedua, amanat Munas yaitu mendorong dan mempelopori terwujudnya kebijakan publik yang berpihak pada kemaslahatan umat, bangsa dan negara. Ketiga, meningkatkan peran PKS dalam kancah internasional dan memperkokoh posisi Indonesia. Keempat, pengokohan wilayah dakwah sebagai basis sosial dan peningkatan suara. Kelima, meningkatkan kepeloporan dalam pelayanan, pemberdayaan, pembelaan terhadap masyarakat dengan melaksanakan mobilitas sumber daya penguatan kemitraan strategis pengendalian arah kebijakan dan penguatan kredibilitas. Keenam, pengokohan soliditas struktur partai dakwah untuk mampu menjalankan fungsi edukasi, advokasi kaderisasi kepemimpinan lokal dan nasional, agregasi ideologis dan agregasi kepentingan. Ketujuh, terbangunnya sistem pembinaan dan pemungsian kapasitas kader di berbagai sektor pengabdian.

“Untuk mewujudkan cita-cita partai,” jelas Sohibul.

Kedelapan, tumbuh terbina dan terbentuknya komposisi ideal kader dan tersebarnya kader dakwah di berbagai wilayah yang berperan aktif di berbagai sektor pengabdian. Terakhir, kesembilan pengokohan ideologi dan nilai dasar paradigma dan platform partai dakwah dalam rangka membangun integritas, akseptabilitas, profesionalitas dan kepemimpinan kader di berbagai sektor pengabdian. (why)

Feeds