Tukang Cilok Aniaya Tetangga

GARIS POLISI: Rumah tempat kejadian perkara penganiyaan yang dilakukan Suhron kepada tetangganya saat diberi garis polisi.
GARIS POLISI: Rumah tempat kejadian perkara penganiyaan yang dilakukan Suhron kepada tetangganya saat diberi garis polisi.
GARIS POLISI: Rumah tempat kejadian perkara penganiyaan yang dilakukan Suhron kepada tetangganya saat diberi garis polisi.

POJOKJABAR.id, GUNUNGGURUH – Hanya karena persoalan pinjam meminjam uang, dua pria yang saling bertetangga di Kampung Cipeusing RT 3/2 Desa Kebonmanggu Kecamatan Gunungguruh terlibat perkelahian, SeninĀ (31/8/15). Akibatnya, Andri (30) mengalami luka di sekujur tubuh karena dipukul Suhron (28) menggunakan kunci inggris.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa ini dipicu Andri (30) meminjam uang kepada Suhron (28) sebesar Rp 20 ribu yang menurut keterangan untuk membeli gas. Akan tetapi Suhron menolaknya, dan malah terjadi cekcok dengan Andri. Kejadian ini diketahui tetangga rumah setelah mendengar suara gaduh yang disusul teriakan minta tolong.

“Saya mendengar cekcok antara Suhron dan Andri. Kejadian sekitar pukul 05.45 WIB. Setelah itu saya mendengar ada suara ribut perkelahian serta teriakan orang meminta tolong dari rumah sebelah,” jelas Nani (35), tetangga korban.

Mendengar kegaduhan ini, Nani beserta warga lainnya datang untuk memeriksa. Saat tiba, Suhron sempat membuka kunci pintu untuk keluar. Tetapi ia kembali masuk. “Bajunya Suhron (28) dipenuhi darah, kami mengira Andri sudah dibunuh dari itu kami langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Gunungguruh Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.


Tak lama kemudian, polisi tiba di tempat kejadian perkara. Suhron langsung dibawa ke Kantor Mapolsek Gunungguruh sedangkan Andri dilarikan ke rumah sakit akibat luka. Warga tak menduga hal ini terjadi, sebab keduanya sudah berteman lama dan menjalankan usaha bersama-sama. Suhron merupakan pedagang cilok sedangkan Andri berdagang aci gulung (cilung).Bahkan menghuni satu rumah yang sama sama disewa.

Kapolsek Gunungguruh, Ipda Yudi Wahyudi menjelaskan, peristiwa ini masih dalam penyelidikan, sedangkan korban Andri (30) masih menjalani perawatan di RSUD Syamsudin karena luka yang diderita cukup parah. Sekujur tubuhnya, dari kepala hingga kaki mengalami sobek. Sementara Suhron (28), kini diamankan untuk dimintai keterangan beserta dengan sejumlah barang bukti di antaranya kunci inggris.

“Kami masih terus mendalami kasus ini. Kita akan tindak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” singkatnya. (wdy/cr5/d)