PNS Selingkuh Hanya Disanksi Administratif

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Dinas Kesehatan Kota Sukabumi nampaknya tidak tinggal diam menanggapi laporan dua pegawai negeri sipil (PNS) yang berinisial AW (36) dan MS (34). Keduanya diduga telah berbuat asusila usai melakukan pelatihan di daerah Cianjur, belum lama ini. Terlebih kedua PNS tersebut sudah masuk dalam ranah hukum pihak kepolisian.

“Kita tidak diam, kita sudah menjalankan langkah-langkah sesuai dengan kewenangan saya selaku kepala dinas, bahkan secara lisan saya sudah laporkan kepada kepala daerah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Rita Nenny di ruang kerjanya, Senin (31/8/15).

Namun sayang, dua oknum PNS tersebut hanya mendapatkan sanksi administratif yaitu berupa teguran tertulis. Selain itu keduanya sudah dibebaskan dari keprograman dinas. Bahkan, mereka wajib melaporkan diri dalam tahap pembinaan dari Dinas Kesehatan.

“Tadinya mereka memegang program TBC, yang satu (pria) di Dinas Kesehatan dan satu lagi (wanita) di puskesmas. Nah saat ini, kita lepas tanggung jawab mereka. Sekarang mereka dalam pembinaan dan pengawasan kami,” katanya.


Sanksi yang diberikan itu, lanjut Rita Nenny, berdasarkan hasil dari berita acara pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Pada prinsipnya kedua PNS tersebut sudah mengakui kesalahan yang mereka perbuat.

“Sambil menunggu proses hukum yang dilakukan oleh kepolisian, inilah sanksi sementara dari Dinkes. Langkah ini kita sudah lakukan dari jauh hari, kita pasti tegakkan disiplin PNS di lingkungan Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Untuk sanksi pemberhentian PNS, dirinya tidak bisa memberikan sanksi tersebut. Menurutnya, pemberian sanksi tersebut bukanlah kewenangan kepala dinas. Nanti yang akan menilai tingkat kesalahannya yaitu kepala daerah yang berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP). Selanjutnya, pemerintah daerah yang menentukan sanksinya seperti apa.

Sementara itu, Rita Nenny mengaku pihak pelapor pernah datang dan mengadukan kasus tersebut. Ia juga membantah jika pihaknya dianggap tidak menanggapi. Lantaran kasus tersebut masih dalam proses pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan.

“Memang, pelapor pernah datang dan sehari sesudahnya kami pun bergerak memanggil dua PNS itu,” akunya.
Sebelumnya, Andi Yusuf (34) telah melaporkan oknum berinisial AW (36) yang bertugas di bagian P2PL Dinkes Kota Sukabumi beserta istrinya sendiri, MS (34). Andi mendesak keduanya dipecat akibat perselingkuhan tersebut yang membuat hidupnya jadi tak berarah.

“Saya hanya meminta keduanya dipecat. Ini soal perselingkuhan yang sudah mencoreng nama baik instansi pemerintahan dan harga diri saya,” desaknya. (bal/lan/t)