Pengamanan Polsek Diperketat, Gara-gara Tujuh Tahanan Kabur

GELAR RAPAT:Kapolres Sukabumi, AKBP Muhammad Ridwan didampingi Wakapolres Sukabumi, Kompol Johanson Siantury melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh Kapolsek, di Aula Mapolres Sukabumi, kemarin (31/8). Dalam rapat ini Kapolres menegaskan longgarnya pengamanan di sel tahanan Polsek.
GELAR RAPAT:Kapolres Sukabumi, AKBP Muhammad Ridwan didampingi Wakapolres Sukabumi, Kompol Johanson Siantury melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh Kapolsek, di Aula Mapolres Sukabumi, kemarin (31/8). Dalam rapat ini Kapolres menegaskan longgarnya pengamanan di sel tahanan Polsek.
GELAR RAPAT:Kapolres Sukabumi, AKBP Muhammad Ridwan didampingi Wakapolres Sukabumi, Kompol Johanson Siantury melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh Kapolsek, di Aula Mapolres Sukabumi, Senin (31/8/15). Dalam rapat ini Kapolres menegaskan longgarnya pengamanan di sel tahanan Polsek.

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Tim gabungan Polres Sukabumi bersama Polda Jawa Barat terus melakukan investigasi terkait kaburnya tahanan di Mapolsek Cibadak Minggu (30/8/15) dini hari. Sementara, para anggota yang berjaga pada malam kejadian beserta Kapolsek Cibadak langsung diperiksa dan dimintai keterangan. Jika ada unsur kelalaian dalam persoalan ini, sanksi disiplin akan dijatuhkan kepada mereka.

“Terkait dengan sanksi, tentunya itu pasti ada. Tapi itu akan disesuaikan dengan hasil investigasi. Apakah ada unsur kelalaian atau tidak,” ujar Kapolres Sukabumi, AKBP M Ridwan kepada wartawan, Senin (31/8/15).

Menurut Ridwan, pada malam kejadian terdapat tujuh anggota yang sedang berjaga. Namun, kendati terbilang banyak petugas yang berjaga, para tahanan ini bisa melarikan diri. Sehingga, untuk memastikan kejadian kaburnya para tahanan, ia telah membentuk tim bergerak melakukan penyelidikan.

“Tim sudah bergerak menangani persoalan ini termasuk mencari keberadaan para tahanan,” imbuhnya.


Dikatakan Ridwan, kejadian kaburnya tahanan ini menjadi tamparan keras bagi pihak kepolisian. Dirinya berjanji akan melakukan evaluasi atas kinerja masing-masing polsek berikut dengan pengamanan ruang tahanan. Hal itu dilakukan, supaya kaburnya tahanan tidak lagi terjadi di wilayah hukum Polres Sukabumi.

“Tentu saja ini akan menjadi pembelajaran dan bahan evaluasi bersama. Supaya kejadian ini tidak terulang kembali di polsek-polsek lainnya,” terangnya seraya dikatakan Kasubag Humas Polres Kabupaten Sukabumi AKP Sunarto.

Sementara itu, pemerhati hukum Sukabumi, AA Brata Soedirja menyayangkan insiden kaburnya para tahanan ini. Menurutnya, mau tidak mau hal ini menjadi satu tindak kelalaian anggota yang sedang menjalankan tugas berjaga. Pasalnya, jika mereka intensif melakukan aktivitas para tahanan, kaburnya para tahanan ini tidak akan terjadi.

“Dengan berat hati kami sebut hal ini kelalaian anggota yang jaga. Petugas piket dan Kapolsek wajib mempertanggungjawabkan kepada pimpinannya,” timplanya.

Atas kejadian ini, AA Brata menyarankan ke depannya harus dilakukan perubahan. Sistem pengawalan dan pengawasan terhadap tahanan harus diintensifkan. Seperti halnya jika ada tamu yang besuk, petugas harus melakukan pemeriksaan seketat mungkin. Pasalnya, mendasar pada kejadian Minggu dini hari itu, para tahanan berhasil melarikan diri setelah memotong tralis tahanan bagian belakang.

“Logikanya, kalau tidak menggunakan alat, tentu tralis yang terbuat dari besi itu sulit dipotong. Pertanyaannya dari mana alat itu? Kalau tidak ada yang memberikan tentu saja mustahil, makanya ke depannya pengawasan terhadap tahanan harus diintensifkan. Periksa dengan ketat semua tamu yang akan besuk tahanan,” singkatnya. (ren/cr3/t)