Pemkot Dinilai Tak Manfaatkan Anggaran Bangub

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, CIKOLE – Dana anggaran bantuan gubernur (bangub) dari Provinsi Jawa Barat (Jabar), ternyata tidak dimanfaatkan secara langsung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi. Akibatnya, dana yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah tersebut harus dikembalikan ke Provinsi Jabar. Jelas dengan adanya temuan tersebut, membuat sejumlah anggota dewan menyayangkan anggaran tersebut tidak digunakan. Salah satunya Wakil Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi, Kamal Suherman yang menyayangkan jika anggaran bangub tidak dimanfaatkan oleh beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemkot Sukabumi.

“Sangat disayangkan miliaran rupiah tidak dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya usai rapat evaluasi APBD tahun 2014 di Ruang Paripurna DPRD Kota Sukabumi, Senin (31/8/15).

Bahkan dirinya menilai, tidak terserapnya anggaran bangub tersebut, berarti SKPD tidak siap untuk menjalankannya, inilah yang harus dibenahi di setiap SKPD, seperti halnya di Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Kedua dinas tersebut menerima anggaran yang bersumber dari bangub cukup besar, namun sayang anggaran itu disia-siakan begitu saja sehingga harus dikembalikan ke provinsi.

“Kalau menurut laporan ada beberapa poin, contoh di Dinas Pendidikan ada sepuluh poin program yang akan dibiayai oleh anggaran bangub. Kemudian di Dinas Kesehatan ada lima poin ditambah RSUD tiga poin, dan semuanya tidak tergarap. Apakah masalahnya di sumber daya manusia (SDM) setiap SKPD atau permasalahan waktu yang tidak bisa diserap anggaran tersebut. Tapi kebanyakan alasan dari mereka, mengenai waktu saja yang kurang tepat,” jelasnya.


Terlepas dari itu, lanjut Kamal, seharusnya SKPD sudah menyiapkan jauh-jauh hari ketika bangub itu akan turun. Dia juga menyarankan, agar di tahun berikutnya jangan sampai masalah ini terulang lagi.

“Tingkatkan SDM dan kinerja pegawai di setiap SKPD masing-masing,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh salah satu anggota Badan Anggaran DPRD Kota Sukabumi, Yusef Ubaedilah, selain perlu adanya pembenahan di setiap SKPD dan mempunyai inovasi. Selain itu, pemerintah juga harus memberikan pemahaman kepada mereka tentang tata kelola keuangan dengan baik dan peningkatan SDM juga harus terus ditingkatkan.

“Bila perlu Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan SKPD melakukan diklat tentang tata kelola dan penyusunan keuangan,” tandas Yusep legislator asal PKB.

Dirinya menjelaskan, harus ada transparan antara TAPD dengan SKPD masing-masing, bukan berarti dirinya menilai selama ini tidak ada rasa ketransparansian antara SKPD dan TAPD, hanya harus lebih ditingkatkan lagi transparansi tersebut agar tata kelola keuangannya lebih baik. Selain itu juga, kata dia, dengan diraihnya predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) beberapa bulan lalu, jangan dijadikan alasan bahwa target sudah terpenuhi.

“Ingat mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan. Makanya saya usulkan agar pemkot terus melakukan peningkatan tata kelola keuangannya di setiap SKPD agar lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Hanafie Zain mengaku banyaknya anggaran dari gubernur yang tidak terserap. Namun itu karena adanya efisiennya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Sukabumi.

“Misalkan, bantuan sebesar Rp30 Miliar dari provinsi untuk pembangunan Pasar Pelita, karena kita menggandeng pihak ketiga jadi anggaran tersebut dikembalikan lagi. Namun kita akan memintanya lagi di tahun anggaran berikutnya,” ujarnya.

Selain itu, alasannya, lanjut Hanafie anggaran tersebut tidak ditunjang dengan administrasi yang belum lengkap, artinya uang itu sudah dianggarkan tetapi DED ada. Itu kan memerlukan waktu yang cukup lama. Tak hanya itu, ketika anggaran dari provinsi turun, sementara setelah kita kaji ulang ternyata Pemkot Sukabumi tidak memerlukan kebutuhan tersebut, makanya banyak yang tak terserap.

“Kalau perencanaan kita dan provinsi tidak sama, ketika provinsi menargetkan program akan tetapi di daerah belum siap, usulan dari pemerintah daerah tidak akan terjadi seperti ini,” tukasnya. (bal/e)