Muraz, Targetkan 2019 Bebas Wilayah Kumuh

PELETAKAN: Wali Kota Sukabumi, saat meletakkan batu pertama untuk pembangunan gedung serbaguna di Kampung Kabandungan RW 06 Kelurahan Selabatu Kecamatan Cikole Kota Sukabumi.
PELETAKAN: Wali Kota Sukabumi, saat meletakkan batu pertama untuk pembangunan gedung serbaguna di Kampung Kabandungan RW 06 Kelurahan Selabatu Kecamatan Cikole Kota Sukabumi.
PELETAKAN: Wali Kota Sukabumi, saat meletakkan batu pertama untuk pembangunan gedung serbaguna di Kampung Kabandungan RW 06 Kelurahan Selabatu Kecamatan Cikole Kota Sukabumi.

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Target bebas dari wilayah kumuh pada 2019, Pemerintah Kota Sukabumi nampaknya serius dalam pencapaiannya. Pasalnya, beberapa program serta kinerja sosialisasi penanganan kawasan kumuh dapat terintegrasi tahun ini. Program melalui Dinas Tata Ruang, Perumahan dan Permukiman tersebut terus berupaya untuk segera terealisasi.

Wali Kota Sukabumi, M. Muraz mengatakan, beberapa langkah dalam penuntasan wilayah kumuh di Kota Sukabumi itu salah satunya melalui program yang telah direncanakan sejak jauh hari. Selain itu juga untuk mencapai target tersebut, pihaknya sudah melakukan sosialisasi program kepada seluruh lurah dan Badan Keswadayaan Masyarakat, karena pihaknya sudah mengajukan kembali program dan anggaran kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI untuk penuntasan kawasan kumuh.

“Dalam sosialisasi penanganan kawasan kumuh terintegrasi ini tentunya melanjutkan program pemerintah terkait 2019, kota ini sudah bebas dari kawasan kumuh,” ujarnya dalam sambutan acara, Minggu (30/8/15).

Dikatakan Muraz, dalam pelaksanaan program penuntasan wilayah kumuh sudah dilakukan melalui bantuan Kementerian Perumahan Rakyat RI yakni melalui perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) anggaran 2014 untuk 425 unit RTLH dan diharapkan perbaikan RTLH pada 2015 jumlahnya bisa lebih banyak dari 2014. Selain itu, kriteria dalam pencapaian program tersebut di antaranya dilihat dari sanitasi, infrastruktur jalan lingkungan, penataan wilayah, dan sebagainya. Bahkan, 2016 jalan kota sudah bebas lubang.


“Tentunya, kami juga mengarahkan pada pembangunan tempat mandi, cuci dan kakus atau MCK dan air bersih yang tidak terlayani oleh PDAM. Termasuk pelaksanaan jalan kota yang sudah membaik,” tambahnya.

Kepala DPSPP Kota Sukabumi, Lilis Astri Suryanita menambahkan, selain untuk memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat golongan ekonomi lemah, mewujudkan pembangunan rumah susun sewa sederhana (rusunawa) di Kota Sukabumi. Dalam penataan taman serta kebersihan pun kian ditingkatkan.

“Dalam pembangunan untuk merealisasikan Kota Sukabumi bebas dari kawasan kumuh, penataan taman juga kini sudah ada dua rusunawa yakni di Cikundul, Kecamatan Lembursitu, dan di Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, yang keberadaannya khusus untuk masyarakat ekonomi lemah,” singkatnya. (lan/d)