Tambang PT Pelnusa Bakal Ditutup, Satpol PP Tunggu Kajian Distamben

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, JAMPANGTENGAH – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi, akan melakukan eksekusi berupa penutupan tambang batu PT Pelnusa Taupan Panjawinata di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimandiri, Desa Padabenghar Kecamatan Jampangtengah. Hanya saja, untuk penutupan ini waktunya belum jelas, pasalnya Satpol PP masih menunggu pengecekan dari Distamben Kabupaten Sukabumi.

“Kami siap menutup semua aktivitas pertambangan batu PT Pelnusa Taupan Panjawinata di DAS Cimandiri sebagai penegakan peraturan daerah. Tapi saat ini untuk tambang itu masih dalam teknis Distamben, tetapi kami siap melaksanakan penertiban kapan pun selama 24 jam,” ujar Kasatpol PP, Dadang Eka kepada Radar Sukabumi, Jumat (28/8/15).

Masih kata Dadang, dasar penutupan itu yakni pemerintah serta Distamben Kabupaten Sukabumi belum mengeluarkan izin serta tidak pernah menerima permohonan perizinan dari PT Pelnusa Taupan Panjawinata terkait pertambangan batu.

“Distamben Kabupaten Sukabumi belum mengeluarkan surat untuk penutupan aktivitas PT Pelnusa Taupan Panjawinata kepada kami,” terangnya.


Ia menambahkan, ketika semua koordinasinya sudah baik, secepatnya kita akan melakukan tindakan. “Kita tinggal berkoordinasi, terkait persoalan di lapangan sudah jelas serta secepatnya kita akan melakukan penindakan,” tegasnya.

Sebelumnya, warga Kampung Panyenangan Desa Padabeunghar Kecamatan Jampangtengah merasa terusik dengan adanya aktivitas tambang milik PT Pelnusa Taupan Panjawinata yang berada di bibir Sungai Cimandiri. Tambang ini melakukan pengolahan batu di sekitar sungai, kondisi ini lantas membuat warga khawatir tambang dapat memicu banjir akibat luapan air sungai serta rusaknya lingkungan.

Terkait kondisi ini, warga menginginkan kegiatan serta tambang itu ditutup melalui surat pernyataan keberatan. (cr5/d)