Sukmawijaya Siap All Out Menangkan Totong-Adho

SEMENTARA ITU : Pasangan Calon bupati-Wakil Bupati Sukabumi periode 2015-2020 nomor urut 1, Totong Suparman-AM Murtadho Tafrihan (Adho) saay simulasi pencoblosan sebelum kampanye damai di Alun-alun Palabuhanratu, belum lama ini.
SEMENTARA ITU : Pasangan Calon bupati-Wakil Bupati Sukabumi periode 2015-2020 nomor urut 1, Totong Suparman-AM Murtadho Tafrihan (Adho) saay simulasi pencoblosan sebelum kampanye damai di Alun-alun Palabuhanratu, belum lama ini.
SEMENTARA ITU : Pasangan Calon bupati-Wakil Bupati Sukabumi periode 2015-2020 nomor urut 1, Totong Suparman-AM Murtadho Tafrihan (Adho) saat simulasi pencoblosan sebelum kampanye damai di Alun-alun Palabuhanratu.

POJOKJABAR.id, SUKABUMI РSetelah melepaskan jabatannya sebagai Bupati Sukabumi dua periode (2005-2015), Sabtu (29/8/15) lalu. Untuk meluapkan hasrat politiknya, kini Sukmawijaya  konsentrasi untuk memenangkan pasangan calon usungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Hanura, Totong Suparman-AM Murtadho Tafrihan (Adho). Lantaran, pria kelahiran Sukabumi, 3 Oktober 1956 (berdasarkan KTP)  merasa dibesarkan hingga menduduki kursi orang nomor satu selama dua periode di Kabupaten terluas se Jawa-Bali ini oleh PKS.

“Untuk pilkada, saya akan all out untuk memenangkan Totong-Adho. Nanti saya akan turun ke lapangan,” kata Sukmawijaya.

Ia juga menegaskan, sebenarnya ketiga pasangan calon merupakan putra daerah terbaik pilihan partai yang baik. Namun, berdasarkan keorganisasiannya, ia harus mendorong kader terbaik PKS yang kini menjabat sebagai ketua DPD PKS Kabupaten Sukabumi.

Ditanya soal harmonisasi dengan mantan Wakil Bupati Sukabumi, Akhmad Jajuli. Sukmawijaya mengaku hubungannya baik-baik saja. Lantaran, setiap pertemuan, Jajuli yang kini maju sebagai Calon Bupati Sukabumi tidak pernah tidak pernah menunjukan kemarahan kepadanya.


“Saya dengan pak Jajuli baik-baik saja. Setiap ketemu kita ngobrol biasa. Soal menurut orang begini begitu ya silahkan. Yang penting bagi saya, di depan baik-baik saja dan Pak Jajuli tidak pernah menjegal kebijakan saya,” bebernya.

Ia juga berharap, siapapun yang jadi memimpin Kabupaten Sukabumi bisa meneruskan program-program baik yang masih setengah jalan. Sehingga, dalam mewujudkan masyarakat sejahtera dan berakhlak mulia bisa tercapai.

“Alhamdulillah kebijakan pembangunan karakter anak melalui Madrasah Diniyah (MD) disambut antusias oleh masyarakat. Lebih dari 80 persen anak-anak belajar di MD. Bahkan jumlahnya bisa mengalahkan sekolah formal. Sekolah formal hanya 1.200 sekolah. Kalau MD lebih dari 2.400, sehingga peminpin kedepan harus bisa meneruskannya,” tukasnya. (ryl)