Politisi Gerindra Sebut Kondisi Ekonomi Memprihatinkan

Ade Dasep Zaenal Abidin

Ade Dasep Zaenal Abidin

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten sukabumi Ade Dasep Zaenal Abidin menyebutkan, kondisi ekonomi Indonesia benar-benar memprihatinkan. Bahkan sudah masuk dalam zona lampu kuning. Salah satu indikasinya, pelemahan nilai rupiah atas dolar AS yang belum juga pulih. Menurutnya, persoalan ditambah lagi dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji 12 kg. Kenaikan harga di tengah rupiah ini tentu saja memicu inflasi, lebih-lebih daya beli masyarakat juga tak kunjung naik. Pembangunan infrastruktur pun tersendat. Secara umum, pembangunan yang dilakukan oleh rakyat juga melambat.

“Kondisi melemahnya nilai rupiah terhadap dolar yang berada Rp14,050 per dolar membuat berdampak cukup luar biasa pada jalannya roda perekonomian di negara yang kita cintai. Hal ini tentunya harus ada yang bertanggung jawab untuk menstabilkan ekonomi saat ini, kalau bukan presiden siapa lagi yang bertanggung jawab, “jelas Ade Dasep kepada Radar Sukabumi lewat pesan singkatnya.

Sejauh ini rakyat sudah sangat tersiksa dengan kondisi ini, Presiden dan gerbong yang memberangkatkannya diklaim harus bertanggung jawab penuh kepada rakyat Indonesia. Karena menurut dirinya nyatanya rakyat indonesia yang tidak berdosa harus menanggung akibatny, rakyat Indonesia sakit hari ini. Dampak dari kondisi yang memprihatinkan ini sangat terasa nyata didaerah, khususnya daerah Kabupaten Sukabumi yang merupakan kabupaten terluas sejawa dan bali dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta jiwa.

“Saat ini warga merasakan jelas harga bahan pokok naik pesat dan masyarakat Kabupaten Sukabumi menderita sekali pastinya, terlebih sekarang ini bertepatan dengan pelaksanaan pilkada langsung, masyarakat Kabupaten Sukabumi sudah sangat faham dan cerdas sekarang dan danpak dari kondisi seperti ini perekonomian didaerah khususnya di Kabupaten Sukabumi porak poranda, pastinya dalam pelaksanaan pilkada tgl 9 desember 2015 nanti masyarakat faham harus memberikan suara pilihannya ke pasangan mana, karena salah menentukan pilihan dan tidak melihat gerbong pastinya akan berakibat fatal, “jelasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan karena bupati dan gerbongnya merupakan penentu yang terpenting masyarakat Kabuapaten Sukabumi. Masyarakat Kabupaten Sukabumi pastinya menginginkan lebih baik artinya nasibnya kedepan ditentukan oleh masyarakat Kabupaten Sukabumi itu sendiri terutama dalam menentukan pilihannya. (hnd)

Feeds