Penyidikan Kasus Kuota Haji Ngambang

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Penyidikan kasus dugaan ‘jual-beli’ kuota haji oleh Kejari Cibadak, Kabupaten Sukabumi dituding mengambang. Pasalnya, pasca penetapan dua tersangka sejak awal tahun lalu hingga kini belum ada titik terang, termasuk belum juga dilakukan penahanan. Kondisi ini memancing berbagai reaksi sejumlah kalangan.

Ketua DPD Gerakan Masyarakat Bersatu Indonesia (GMBI) Sukabumi, Fredy SCL menilai, pengusutan kasus kuota haji terkesan menggantung dan lamban. Padahal, kasus tersebut sudah ada dua tersangka, berarti dalam hal ini alat buktinya kuat.

“Publik menunggu kejelasan kasus kuota haji ini. Penyidik harus segera menuntaskannya. Apalagi sudah ada dua tersangka,” cetus Fredy kepada Radar Sukabumi.

Dalam kasus ini, tim penyidik telah menetapkan dua tersangka dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi yakni masing-masing berinisial AS dan D. AS ditetapkan tersangka pada saat dirinya menjabat Kasi Penyelenggaran Ibadah Haji dan Umrah. Sementara D merupakan staf Kemenag sebagai orang pertama yang menerima calon jamaah haji (CJH) dari luar Sukabumi. Dalam kasus ini, ada 103 CJH saat itu dari luar Sukabumi seperti Makasar, Sulawesi Selatan berangkat menggunakan kuota haji dari Kabupaten Sukabumi.


Sementara itu, Fungsionaris Forum Aktivis Sukabumi (Fraksi) Rakyat, Firman Hidayat mendesak kepada lembaga penegak hukum mempercepat pengusutan kasus haji tersebut. Sepengetahuannya, kasus tersebut sudah hampir setahun diproses, namun belakangan terakhir belum ada ‘gebrakan’ selanjutnya.

“Terakhir sudah ada dua tersangka. Tapi belum jelas kini kasus penanganannya sudah sejauh mana? Kejaksaan harus terbuka jangan sampai pengusutan kasus dipeti-es-kan. Kami berharap penyidik bisa secepatnya mengusut tuntas kasus ini,” ujar Firman.

Menanggapi hal itu, Kepala Kejari Cibadak, Diah Ayu Akbari didampingi Kasi Pidana Khusus, Ahmad E.P Hasibuan menegaskan pengusutan kasus ini masih tetap berjalan. Dituding lamban, Diah berkelit minimnya jumlah jaksa saat ini. Sementara kasus dugaan korupsi cukup banyak. Kendati demikian, Diah menjamin bahwa kasus tersebut akan segera dituntaskan.

“Saat ini jumlah kasus dalam tahap lidik sudah ada delapan, sementara yang sudah tahap penyidikan ada sepuluh. Jadi banyaknya kasus ini memang kurang seimbang dengan jumlah jaksa yang ada. Tapi kami akan menuntaskannya,” tegas Diah.

Diakui Diah, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain dalam kasus ini. Sejauh ini, penyidik baru menetapkan dua tersangka. “Penyidikan masih berjalan, kalau memang ada bukti-bukti bisa jadi tersangka bertambah,” tandasnya. (*/sri/ren/t)