Lebih Dekat dengan Kapolres Sukabumi, AKBP Muhammad Ridwan, S.Ik, MM

APOJOKJABAR.id, SUKABUMI – Seyogyanya jabatan kapolres menjadi ujung tombak pengendali keamanan jalannya Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) 2015 ini. Sebagaimana yang diamanatkan undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Polri. Terlebih, masyarakat Kabupaten Sukabumi yang tersebar di 47 kecamatan, 364 desa, 4 kelurahan dan sebanyak 9.094 tempat pemungutan suara (TPS) sebagian besar merupakan masyarakat homogen. Dengan luas wilayah yang mencapai 3.934,47 km bahkan tercatat sebagai daerah terluas di Pulau Jawa dan Bali ini benar-benar membutuhkan tenaga ekstra dalam pengamanannya. Kiat apa saja yang akan dilakukan Kapolres Sukabumi, AKBP Muhammad Ridwan ? berikut petikan wawancara wartawan Radar Sukabumi, Perli Rizal dengannya belum lama ini.

Untuk mengamankan jalannya pilkada, bukan hanya mengerahkan 1.158 personel gabungan saja. Mankan Kapolres Majene, Sulawesi ini ini lebih mengedepankan tindakan prepentif dibanding tindakan represif. Hal ini dengan menerjunkan para anggota Babinkamtibmas dan intelegennya untuk berbaur dengan seluruh elemen. Terlebih para tokoh masyarakat, ormas, pemuka agama dan partai politik. Perwira pangkat dua bunga melati di pundaknya ini menginstruksikan kepada jajarannya agar para abdi negara berbaju coklat ini bekerja profesional dan profosional. Dengan harapan, bisa menekan konflik yang terjadi di masyarakat.

Adapun elemen yang tergabung dalam pengamanan gabungan tersebut yakni Polisi, TNI, Satpol PP dan Linmas.
Bukan hanya itu, berdasarkan surat perintah Kapolri, Jenderal Pol Badrodin Haiti, Kapolres Sukabumi sudah melaksanakan simulasi penanganan kerusuhan, jika hal tesebut terjadi dalam pilkada 2015 ini.

Simulasi yang dilaksanakan di Lapangan Cangehgar, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi,Rabu (26/8) lalu itu benar-benar latihan lengkap dan seraya nyata. Dengan pasukan water canon dan tim penembak gas air matanya, pengamanan juga dilengkapi dengan intelegen handal. Simulasi tersebut sebagai wujud untuk meningkatkan kapasitas kemampuan personel dalam mengamankan massa.


“Saya berharap, pilkada dengan cita-cita membangun daerah Kabupaten Sukabumi ini bisa berjalan lancar dan kondusif. Saya meminta kepada tim sukses dan pasangan calon, agar saling menghormati meskipun usungan dan dukungannya berbeda,” imbuhnya.

Namun, jika tindakan prepentif sebagai pengayom dan pelindung masyarakat yang dilakukannya tidak juga digubris hingga terjadi kericuhan. Pihaknya tidak akan tanggung-tanggung bakal menindak tegas propokatif dan pelaku sesuai kewenangannya sebagai penegak hukum.

“Sebagai petugas keamanan, kita sduah siap. Simulasi ini untuk memperkuat pertahanan dan melatih ketangkasan personel. Sehingga jika terjadi konflik semua jajaran sudah siap. Alhamdulillah situasi politik sampai saat ini masih kondusif, tetapi kita tetap waspada dan siap siaga,” tambahnya.

Personel juga diinstruksikan agar berbaur dengan lembaga kemasyarakatan seperti kegiatan di lingkungan RT dan RW seperti siskamling terpadu.(*)