Lagi, Polisi Gerebek Miras

A

POJOKJABAR.id, GUNUNGGURUH – Jajaran Polsek Gunungguruh mengamankan ratusan botol Minuman Keras (Miras) dengan berbagai merk di kediaman Edi Suharman (35), Kampung Mekarjaya RT 02/02 Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh sabtu (29/08). Pelaku terancam hukuman Tindak Pidana Ringan (Tipiring) lantaran melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sukabumi pasal 3 ayat 1 dengan denda maksimal Rp3 juta.

Informasi yang dihimpun, sebelum dilakukan penggerebekan ke rumah milik Edi tersebut, polisi terlebih dahulu telah melakukan pengamatan selama dua pekan. Setelah dipastikan di kediaman pelaku terdapat ratusan botol, jajaran kepolisian langsung bergerak dan berhasil mengamankan minuman haram tersebut.

“Kami menerima informasi dari warga, setelah itu kami tindak lanjuti dengan melakukan pengamatan. Setelah diyakini benar di kediaman pelaku ada miras, maka kita langsung lakukan penggerebegan dan mengamankan semua miras yang ada di dalam rumah,” ujar Kapolsek Gunungguruh, Ipda Yudi Wahyudi kepada Radar Sukabumi sabtu(29/8).


Dari hasil penggerebekannya itu, beberapa merk miras ditemukan di dalam kediaman Edi. Seperti Intisari, Kolesom, Mc Donald dan merk ternama lainnya. Nantinya miras tersebut akan dijadikan sebagai barang bukti dalam persidangan yang akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak.

“Ada 946 botol Miras yang berhasil diamankan. Kami akan serahkan semua barang bukti ini kepada pengadilan. Biar nanti PN yang memutuskan,” tegasnya.

Menurut perwira pangkat satu balok ini, penggerebekan dan pengamanan ratusan botol miras bagian dari giat operasi cipta kondisi yang rutin dilakukan. Selain mengantisipasi adanya tindak kejahatan yang dilatarbelakangi Miras, juga antisipasi pada tindak kriminal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

“Kami tidak ingin Kamtibmas di wilayah kami khsusnya terganggu. Makanya, sesuai dengan perintah pimpinan kami rutin lakukan operasi cipta kondisi ini,” singkatnya.

Sementara itu, warga setempat, Yadi (30) tidak mengira kediaman Edi dijadikan tempat penyimpanan ratusan botol Miras. Pasalnya, selama ini warga mengenal Edi sebagai sosok pendiam. Namun, dengan telah diamankannya ratusan botok Miras tersebut, Yadi merasa sedikit lega lantaran minuman haram telah sirna di Kampung halamannya. “Gak menyangka juga. Tapi Alhamdulillah sudah diamankan” singkatnya.

Di tempat yang sama, Edi berjanji tidak akan berjualan miras kembali. Ia merasa kapok lantaran menjual barang haram tersebut. Edi mengaku telah menjajakan miras sejak satu tahun silam dan kini pasrah dengan hukuman yang akan dijatuhkan pihak pengadilan. “Saya kapok dan tak akan berjualan lagi,” singkatnya seraya ketus. (ren/t)