Korban Maling di Masjid Agung Tak Ikhlas

SEDIH: Nasrul menunjukkan surat laporannya dari kepolisian setelah kemalingan di Masjid Agung Palabuhanratu
SEDIH: Nasrul menunjukkan surat laporannya dari kepolisian setelah kemalingan di Masjid Agung Palabuhanratu
SEDIH: Nasrul menunjukkan surat laporannya dari kepolisian setelah kemalingan di Masjid Agung Palabuhanratu

POJOKJABAR.id, PALABUHANRATU – Mungkin bukan rezekinya, begitulah kira-kira kata untuk menenangkan hati Nasrul Sikumbang (58) yang telah kehilangan semua barang miliknya karena dicuri. Ironisnya, pencurian ini dialami warga Jalan Otista RT 03/05 Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu ketika khusyuk menunaikan salat Dzuhur di Masjid Agung Palabuhhanratu, Kamis (27/8/15).

“Kejadiannya sekitar jam 12.30 WIB, saya mampir ke Masjid Agung untuk salat setelah menyaksikan kampanye para calon bupati. Waktu itu masjid penuh dengan anak sekolah tetapi hanya satu barisan shaf saja yang terisi. Karena itu tas saya letakkan di belakang, usai melaksanakan salat posisi tas itu tak berubah dan tak ada kecurigaan apapun. Setelah saya keluar masjid dan tas diperiksa ternyata semua barang hilang,” ungkap Nasrul.

Ia menuturkan, semua barang yang ada di dalam ransel berupa dua handphone merek Nokia e75, satu Blackberry beserta satu baterai cadangan, kamera digital merek Kodak, dua unit HT serta antena HT cadangan, lenyap tak bersisa. Diperkirakan kerugian yang dialami korban Rp 10 juta.

“Saya tak menyangka, di tempat ibadah masih ada orang-orang yang iseng dan memanfaatkan kelengahan orang yang sedang salat. Mencuri di dalam masjid dosa besar selain itu menjelekkan agama sendiri karena mencuri di rumah Allah,” ungkapnya.


Menurut dia, kejadian pencurian di Masjid Agung sudah dilaporkan kepada polisi. Ia mengaku tidak ikhlas dengan kelakuan maling di masjid. “Saya masih belum ikhlas, makanya saya laporkan ke Polsek Palabuhanratu supaya malingnya tertangkap dan dihukum setimpal, karena sudah mempermalukan rumah Tuhan,” tandasnya. (cr3/d)