Hujan Tak Turun, Warga Sukabumi Salat Istisqa

KHUSYUK: Salat Istisqo yang digelar di Lapang Merdeka Kota Sukabumi berjalan dengan tertib dan lancar.
KHUSYUK: Salat Istisqo yang digelar di Lapang Merdeka Kota Sukabumi berjalan dengan tertib dan lancar.
KHUSYUK: Salat Istisqo yang digelar di Lapang Merdeka Kota Sukabumi berjalan dengan tertib dan lancar.

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Ratusan warga Sukabumi menggelar salat sunat Istisqa guna meminta hujan di Lapang Merdeka, Kota Sukabumi, Jumat (28/8/15). Baik laki-laki maupun perempuan tampak khusyuk melaksanakan salat di bawah sinar matahari yang cukup terik, beralaskan karpet merah dan sajadah usai salat Jumat. Bahkan, sejumlah warga menangis saat khotib memanjatkan doa kepada Allah SWT, agar hujan segera turun di Kota Sukabumi.

Salat Istisqa yang digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi ini merupakan dampak dari musim kemarau, yang menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Sukabumi mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih.

Pelaksanaan salat Istisqa diikuti oleh ratusan orang dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh ulama, warga, pelajar, pegawai negeri sipil (PNS), unsur muspida, muspika, Ketua MUI Kota Sukabumi Prof. KH. Deddy Ismatullah Mahdi dan jajaran hingga Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Bertindak sebagai imam salat KH Gozali Sanusi (Imam Besar Masjid Agung Kota Sukabumi, red), dengan khatib Ketua Umum Dewan Pimpinan (DP) MUI Kota Sukabumi, Prof. K.H. Dedi Ismatullah Mahdi.


Sebelum salat Istisqo digelar, terlebih dahulu membaca doa Istianah atau Istigasah bersama-sama, yang dipimpin Ustadz Ar-ruyani dari Pondok Pasantren (Pontren) Tarbiyatul Akhlaq Sukabumi.

Ketua Umum DP MUI Kota Sukabumi, Prof. K.H. Dedi Ismatullah Mahdi mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memohon hujan. Sebab, hingga sekarang wilayah Kota Sukabumi belum juga turun hujan.

“Dalam suasana keprihatinan, saat ini kita sedang dicoba dengan kondisi musim kemarau. Semua mengalami kesulitan, entah bagaimana jika masalah ini terus berlangsung. Maka dari itu kita mengajak untuk bertaubat dan bersaleh,” tuturnya.

Dikatakan Dedi, yang paling utama dalam kegiatan itu yakni memohon untuk dibersihkan dosa dan melakukan taubat bersama melalui acara Istigasah. Tak hanya itu, ia mengharapkan kepada jamaah untuk dapat lebih meningkatkan ibadah dan membangun kekhusyuan.

“Kita manusia hanya mampu berupaya. Semoga kita semua ada dalam lundungan Allah,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi menuturkan, kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya dari pihak Pemerintah Kota Sukabumi dalam mengantisipasi kemarau panjang ini. “Ini sebagai salah satu upaya yang kita lakukan,” jelasnya.

Untuk di wilayah Kota Sukabumi, masih kata Fahmi, ada beberapa daerah kekeringan dan lahan yang alami puso, akibat pengairan yang tidak berfungsi.

“Makanya kita harus bisa menjaga alam dan lingkungan. Jika tidak bisa inilah akibatnya, kekeringan ini. Namun saya berharap, mudah mudahan hujan yang kita minta dalam Istigasah ini segera diturunkan,” katanya. (lan/t)