Tanggul Cicatih Jebol,Sawah Kering

20130117tanggul-jebol

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Petani di Kampung Pasirangin Rt 2/7 Desa Sukamaju Kecamatan Cikembar terancam tak bisa mendapatkan hasil panen dari lahan sawahnya. Sebab sekitar 250 hektare lahan tak mendapatkan pasokan air yang cukup. Ini terjadi akibat tanggul irigasi Cicatih jebol sehingga saat ini tak ada persediaan air sama sekali.

“Irigasi Cicatih yang jebol ini mempunyai lebar lima meter serta panjang tujuh meter. Dengan kondisi ini irigasi tak berfungsi, tak ada air yang mengalir. Jebolnya itu terjadi satu bulan yang lalu dan terjadi akibat lumpur yang telah lama mengendap hingga dangkal yang akhirnya air pun meluap dan menjebol tanggul irigasi,” ungkap Kepala Dusun (Kadus) Cihonje di Kampung Pasirangin RT 2/7 Desa Sukamaju, Dede kepada Radar Sukabumi, kamis (27/8).

Ia mengungkapkan, irigasi tersebut sangat vital karena dibutuhkan untuk mengairi pesawahan di dua desa, yakni Desa Sukamaju dan Desa Cimanggu. Irigasi ini mengairi sawah yang ada di Kampung Cibuluh, Cihonje, Cijambe, Cilele dan Kampung Bengkok. Kondisi ini kian diperparah dengan musim kemarau panjang melanda lebih dari dua bulan ini, akibatnya ratusan hektare sawah di dua desa tersebut mengalami kekeringan. “Kami berharap pemerintah daerah dan dinas terkait harus secepatnya berbuat sesuatu sebagai mengantisipasi kegagalan panen di musim panen mendatang,” jelasnya.


Terpisah, Kepala Desa Sukamaju, Anang menuturkan, petani cukup kecewa karena seratus persen lahannya kini tak produktif sama sekali karena tak ada pasokan air. Petani juga mencemaskan kondisi ini dapat berkelanjutan hingga musim berikutnya.

“Pada musim panen sebelumnya petani masih dapat hasil meski hanya sebagian kecil. Namun, saat ini warga tidak bisa memperoleh hasil sedikit pun karena jebolnya tanggul Cicatih,” terangnya.
Ia menuturkan, peristiwa jebolnya irigasi tersebut sudah dua kali terjadi pada tahun ini. Ketika jebol, warga lantas melakukan perbaikan namun tak maksimal karena dilakukan dengan swadaya saja.

“Upaya perbaikan yang dilakukan desa serta masyarakat sudah dilakukan untuk mengantisipasi agar para petani di desa kami tidak sepenuhnya merugi,” ujar Anang.

Perbaikan irigasi sangat diperlukan, imbuh Anang. Pasalnya, suksesnya petani dari irigasi. “Kami berharap pengelolaan sumber daya air (PSDA) dapat memperbaiki irigasi yang jebol tersebut serta dapat melakukan pemeliharaan irigasi,” tandasnya. (cr5/d).